Kebakaran melanda dua ruangan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Jawa Timur, pada Rabu (9/9) sekitar pukul 14.50 WIB. Insiden pada fasilitas kesehatan milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini diduga dipicu oleh hubungan pendek arus listrik di area atap ruang dapur gizi.
Kobaran api melahap area seluas kurang lebih 300 meter persegi sebelum berhasil dikendalikan. Manajemen rumah sakit menaksir kerugian materiil akibat peristiwa tersebut mencapai sekitar Rp 900 juta. Meski demikian, pihak kepolisian bersama otoritas terkait masih melakukan penyelidikan dan investigasi mendalam untuk memastikan penyebab pasti titik api.
Manajemen RSSA Malang menjelaskan bahwa pihak rumah sakit sebenarnya tengah menjalankan proyek pembaruan instalasi jaringan listrik. Pekerjaan infrastruktur tersebut saat ini tercatat baru rampung 60 persen, sementara 40 persen sisanya masih dalam tahap pengerjaan.
Menaker soal Formula Upah Minimum 2027, Tunggu Aja!

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini. Namun, kepulan asap kebakaran sempat mengarah ke dua instalasi perawatan, yakni ruang rawat inap anak (pediatri) dan ruang rawat inap khusus wanita atau ibu. Pasien wanita yang sempat dievakuasi telah diizinkan kembali ke ruang perawatan semula pada pukul 16.00 WIB.
Sementara itu, sebanyak 45 pasien anak dipindahkan ke lantai dua gedung Grand Paviliun guna menghindari paparan sisa asap. Pemeriksaan dan penyaringan ulang kondisi medis serta psikologis terhadap seluruh pasien anak yang terdampak memastikan tidak ada kondisi kegawatdaruratan.
RUU Ketenagakerjaan Dinilai Jauh dari Harapan, Buruh Besok Demo Besar

Menyusul rusaknya fasilitas dapur gizi, manajemen RSSA Malang untuk sementara waktu menggandeng pihak ketiga penyedia jasa katering. Langkah ini diambil guna memastikan pasokan dan standar pelayanan makanan bagi seluruh pasien rawat inap tetap berjalan normal tanpa gangguan.






