Hubungan kerja sama ekonomi dan konektivitas logistik antara Indonesia dan Rusia ditargetkan melangkah ke fase yang lebih konkret. Presiden Prabowo Subianto mendorong pembukaan jalur pelayaran niaga dan rute penerbangan langsung antarkedua negara guna memangkas hambatan distribusi logistik serta mempercepat mobilitas barang dan orang.
Langkah tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato sebagai tamu kehormatan utama dalam ajang Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9). Di hadapan para delegasi internasional, ia menekankan perlunya mentransformasi potensi kemitraan bilateral menjadi program kerja nyata.
Kepastian Logistik Maritim dan Rute Udara
Prabowo menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia dan Rusia mampu membentuk trayek pelayaran kapal langsung yang kompetitif antara Vladivostok dan pelabuhan di Indonesia. Konektivitas laut tersebut dirancang agar memiliki jadwal teratur, efisiensi biaya, kepastian perlindungan asuransi, serta keterisian muatan kargo di kedua arah.
Pada saat yang sama, pembukaan koridor udara langsung diproyeksikan menjadi penggerak sektor pariwisata antarkedua negara. Akses penerbangan ini diharapkan mempermudah kunjungan turis Rusia ke berbagai destinasi di Indonesia sekaligus membuka akses wisatawan nusantara menuju kawasan Timur Jauh Rusia.
Ada Bursa Mineral, OJK Usul Anggaran Tambahan Rp 340,2 Miliar

"Kapal mengangkut barang, pesawat menggerakkan persahabatan," ujar Prabowo dalam pidatonya.
Perluasan Kerja Sama Energi, Pangan, dan Industri
Selain sektor perhubungan, peluang kemitraan bilateral dibuka lebar di ranah ketahanan energi dan pangan. Untuk sektor energi, Indonesia siap menjajaki kerja sama eksplorasi, produksi, dan pengolahan minyak dan gas bumi, pengembangan energi terbarukan, sistem jaringan cerdas (smart grid), hingga pemanfaatan tenaga nuklir untuk tujuan damai.
Di sektor pangan, peluang kolaborasi mencakup adopsi teknologi pertanian modern, penyediaan benih unggul, subsektor peternakan, mekanisasi tani, industri pengolahan pangan, hingga produksi pupuk bersama.
Telkom Siapkan Infrastruktur AI-Ready & Quantum-Safe untuk Universitas

Prabowo turut mengundang kalangan pelaku usaha Rusia untuk menanamkan modal dan membangun basis industri manufaktur di dalam negeri. Dengan berinvestasi di Indonesia, korporasi Rusia dapat memanfaatkan posisi strategis Tanah Air sebagai gerbang logistik dan perdagangan menuju pasar regional ASEAN serta kawasan Indo-Pasifik yang lebih luas.
Menutup penyampaiannya, Prabowo menyerukan target penggandaan volume perdagangan bilateral kedua negara, percepatan operasionalisasi Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) sejak hari pertama diberlakukan, serta penguatan produksi bersama pada sektor pangan, pupuk, energi, farmasi, dan teknologi.






