Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Solo, Jawa Tengah, yang masih berlanjut hingga Kamis (3/9), berdampak langsung pada proses belajar-mengajar di sekitarnya. Sebagian siswa dari SD Negeri Kendalrejo dan SMP Negeri 5 Surakarta terpaksa dipulangkan lebih awal akibat kepulan asap tebal yang masuk ke dalam ruang kelas saat kegiatan belajar berlangsung.
Kondisi tersebut dipicu oleh pergeseran arah angin. Sejak kebakaran mulai terjadi pada Rabu (2/9) sore hingga Kamis pagi, angin sempat berembus ke arah utara. Namun, saat memasuki siang hari, embusan angin berbalik arah menuju ke selatan, mengarah langsung ke kawasan permukiman warga serta lokasi SDN Kendalrejo dan SMPN 5 Surakarta.
3 Pekerja Tewas Saat Kebakaran Pabrik di Simalungun Diduga Lompat dari Lantai 6

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo, Abi Satoto, mengonfirmasi bahwa pemulangan dilakukan karena kegiatan belajar terganggu oleh asap tebal. Kendati demikian, pemulangan lebih awal ini diprioritaskan bagi siswa yang tempat tinggalnya jauh dari area kebakaran. Siswa yang bermukim di sekitar sekolah tetap diarahkan mengikuti aktivitas di kelas, mengingat kediaman mereka berada jauh lebih dekat dengan titik kebakaran TPA Putri Cempo.
Hingga saat ini, Dinas Pendidikan Kota Solo belum mempertimbangkan penerapan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Abi menyatakan bahwa kebijakan PJJ dinilai kurang efektif karena banyak tempat tinggal siswa yang justru berada lebih dekat dengan sumber asap.
DWP Kemendagri Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa di NTT

Untuk meminimalkan gangguan kesehatan pada murid yang masih berada di sekolah, Kasi SMP Disdik Solo, Ani Indriyani, menyatakan bahwa pihaknya telah mengarahkan pihak sekolah untuk segera menerapkan langkah mitigasi. Salah satu langkah cepat yang diinstruksikan adalah mewajibkan para siswa menggunakan masker guna melindungi diri dari paparan asap pekat.






