berputar.id
BerandaHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPinjaman OnlinePopuler
Beranda/Ekonomi

BI Ancang-ancang Warga RI Rajin Tarik Kredit Dibanding Nabung, Kenapa?

Bambang SetiawanDiterbitkan 3 Sep 2026 - 19.01 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
BI Ancang-ancang Warga RI Rajin Tarik Kredit Dibanding Nabung, Kenapa?
Foto/Ilustrasi: CNN Indonesia
A-A+

Pertumbuhan penyaluran kredit perbankan tercatat melaju lebih kencang dibandingkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) atau simpanan masyarakat. Kondisi ini mulai menekan likuiditas di industri perbankan seiring melonjaknya rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR), terutama pada kelompok bank Himbara yang menjadi penopang utama kredit.

Berdasarkan data Bank Indonesia, realisasi pertumbuhan kredit per Juli 2026 menyentuh 13,6 persen. Angka tersebut melampaui laju pertumbuhan DPK yang pada periode yang sama tercatat sebesar 11,21 persen. Pergeseran pola ini memicu ketimpangan likuiditas karena peredaran dana tidak terdistribusi secara merata di seluruh kelompok bank.

Faktor Pemicu Kenaikan Kredit

Ekspansi kredit yang melampaui pertumbuhan tabungan ini dipicu oleh aktivitas pembiayaan di beberapa sektor kunci. Bank sentral mencatat pendorong utama penyaluran kredit saat ini didominasi oleh korporasi swasta non-IKNB (Industri Keuangan Non-Bank), termasuk Danantara, serta aktivitas belanja dan pembiayaan dari sektor pemerintah dan BUMN.

Baca Juga

Jelang Merger, Laba Summit Oto Finance Meledak 207% Jadi Rp300 M

Jelang Merger, Laba Summit Oto Finance Meledak 207% Jadi Rp300 M

Permintaan pembiayaan korporasi dan institusi tersebut menarik likuiditas bank lebih cepat daripada aliran dana masyarakat yang masuk ke instrumen tabungan maupun deposito.

Penyesuaian Insentif Likuiditas oleh Bank Sentral

Guna mengantisipasi dampak ketimpangan likuiditas tersebut, Bank Indonesia memberlakukan penyesuaian insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang berlaku efektif mulai September.

Baca Juga

Ada Bursa Mineral, OJK Usul Anggaran Tambahan Rp 340,2 Miliar

Ada Bursa Mineral, OJK Usul Anggaran Tambahan Rp 340,2 Miliar

Destry Damayanti menyampaikan bahwa bank sentral akan memberikan insentif tambahan hingga 2 persen bagi perbankan yang menempatkan dana pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) secara wajar, yaitu di kisaran 19 persen dari total DPK.

Sebaliknya, perbankan yang memarkir alat likuid secara berlebihan pada instrumen surat berharga tanpa mengalokasikannya ke fungsi intermediasi tidak akan mendapatkan insentif pelonggaran Giro Wajib Minimum (GWM). Kebijakan ini ditujukan untuk mendorong perbankan mengalirkan likuiditas ke sektor riil secara seimbang.

Sumber: CNN Indonesia

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank Indonesia

Berita Terbaru Lainnya

Jelang Merger, Laba Summit Oto Finance Meledak 207% Jadi Rp300 MPolres Bogor Bongkar Peredaran Merkuri untuk Tambang Ilegal, 4 Orang DitangkapGempa NTT, 3.645 Warga Sikka Masih Mengungsi, Mayoritas di PalueBareskrim Bongkar 55 Kasus Judol Sepanjang 2026, 123 Tersangka DitangkapInfografis, Tips Mencegah Kebakaran Saat Musim KemarauAda Bursa Mineral, OJK Usul Anggaran Tambahan Rp 340,2 MiliarMenkes, Orang RI Habiskan Rp640 T Buat Kesehatan, Asuransi Cover 5%Telkom Siapkan Infrastruktur AI-Ready & Quantum-Safe untuk Universitas

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

HukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPinjaman Online

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap