Ledakan sebuah mobil mengguncang Kota Saint Petersburg, Rusia, pada Kamis (27/8/2026) waktu setempat. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang anggota militer Rusia berpangkat letnan kolonel tewas di tempat kejadian, sementara sang istri yang berada di dalam kendaraan yang sama mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.
Menanggapi insiden tersebut, Komite Investigasi Rusia mengumumkan telah membuka kasus pidana terkait sebuah mobil yang terbakar hingga menewaskan satu korban dan melukai satu korban lainnya. Meski demikian, pihak komite investigasi tidak secara spesifik mengidentifikasi korban meninggal dunia tersebut sebagai anggota militer dalam keterangan resminya.
KTT BRICS 2026 Hasilkan Deklarasi New Delhi, Ubah Komitmen Jadi Aksi Nyata

Otoritas Rusia sebelumnya telah berulang kali menyalahkan pihak Ukraina atas serangkaian kasus pembunuhan terhadap sejumlah pejabat militer senior maupun individu yang berkaitan dengan agenda perang Moskow. Di sisi lain, berbagai sumber di Ukraina mengklaim tanggung jawab atas beberapa aksi serangan yang terjadi, namun menepis keterlibatan pada insiden lainnya.
Kondisi Darurat Ancam Satu Dunia, Komandan Militer Langsung Dipecat

Peristiwa ledakan di Saint Petersburg ini terjadi berselang dua pekan setelah insiden serupa. Pada 13 Agustus lalu, seorang perwira militer Rusia dilaporkan tewas dalam serangan bom di wilayah Krimea yang dianeksasi Rusia. Terkait kasus di Krimea tersebut, aparat setempat telah menangkap seorang wanita atas dugaan melakukan aksi pembunuhan di bawah instruksi dinas rahasia Ukraina.






