Nico Robin, sang arkeolog dari kru Bajak Laut Topi Jerami dalam seri manga dan anime One Piece karya Eiichiro Oda, terus menjadi salah satu karakter yang paling diincar oleh Pemerintah Dunia. Sebagai satu-satunya penyintas yang diketahui dari tragedi kehancuran Pulau Ohara akibat serangan Buster Call, keberadaan Robin dianggap sebagai ancaman eksistensial bagi otoritas tertinggi. Seiring berjalannya waktu, nilai buronan yang disematkan pada kepalanya mengalami peningkatan yang sangat signifikan, mencerminkan besarnya bahaya yang ia wakili di mata para penguasa.
Mengapa Nico Robin begitu diincar oleh Pemerintah Dunia sejak usia belia?
Penyebab utama tingginya nilai buronan Nico Robin bukanlah karena tindakan kriminal fisik yang ia lakukan, melainkan informasi kunci yang ia kuasai. Robin memiliki kemampuan langka untuk membaca Poneglyph, prasasti kuno yang tersebar di berbagai belahan dunia. Karena pengetahuannya tentang Bahasa Kuno dan Abad Kekosongan (Void Century), Pemerintah Dunia langsung menyematkan label Anak Iblis kepadanya. Bahkan, saat ia baru menginjak usia 8 tahun, pemerintah sudah menetapkan harga buronan sebesar 79.000.000 Belly demi menangkapnya.








