Perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line lintas Rangkasbitung-Tanah Abang sempat tertahan imbas adanya aksi demonstrasi yang berlangsung di sekitar kawasan DPR RI, Palmerah, Kamis (27/8). Situasi tersebut membuat operasional perjalanan kereta harus menunggu demi menjaga keselamatan dan keamanan para pengguna.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai mengeluarkan imbauan resmi operasional sejak pukul 18.45 WIB. Berdasarkan keterangan resmi KAI melalui akun media sosial X, perjalanan Commuter Line tujuan Stasiun Tanah Abang pulang-pergi (PP) sempat tertahan dan harus menunggu kondisi aman sebelum dapat diberangkatkan karena terdapat kerumunan orang di sekitar jalur perlintasan antara Palmerah dan Tanah Abang.
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Kepulauan Seribu, Terasa hingga Bogor

Menyusul situasi di lintas tersebut, KAI menginformasikan rekayasa operasional perjalanan Commuter Line relasi Rangkasbitung-Tanah Abang yang dipangkas hanya melayani sampai Stasiun Palmerah. Selanjutnya, rangkaian kereta dari Stasiun Palmerah langsung diputar balik untuk melayani perjalanan kembali menuju Serpong, Parungpanjang, atau Rangkasbitung.
Penyesuaian pola operasi tersebut diberlakukan pada sejumlah nomor perjalanan kereta, antara lain:
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Kepulauan Seribu Sabtu Pagi, tidak Berpotensi Tsunami

- KA 1767D rute Parungpanjang-Tanah Abang perjalanannya disesuaikan hanya sampai Stasiun Palmerah, lalu kembali beroperasi sebagai KA 7100D rute Palmerah-Parungpanjang.
- KA 1769D rute Rangkasbitung-Tanah Abang perjalanannya dibatasi hanya sampai Stasiun Palmerah, kemudian kembali melayani perjalanan sebagai KA 1770D rute Palmerah-Rangkasbitung.
- KA 1771D rute Rangkasbitung-Tanah Abang perjalanannya hanya sampai Stasiun Palmerah, untuk kemudian kembali melaju sebagai KA 1772D rute Palmerah-Parungpanjang.
Kondisi jalur mulai berangsur membaik pada malam harinya. Pada pukul 19.40 WIB, KAI mengonfirmasi bahwa perjalanan Commuter Line dari dan menuju Stasiun Tanah Abang sudah dapat kembali melintas di lintas Palmerah-Tanah Abang, meskipun masih harus berjalan dengan kecepatan terbatas. Akibat kondisi tersebut, operasional perjalanan kereta api masih berpotensi mengalami keterlambatan serta penyesuaian pola operasi mengikuti perkembangan situasi di lapangan.






