Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, yang lebih dikenal dengan sebutan SKK Migas, secara resmi mengumumkan bahwa kegiatan pengeboran Sumur Eksplorasi Laba Laba-1 di wilayah Offshore Natuna Barat telah dimulai. Pelaksanaan tajak sumur eksplorasi ini merupakan bagian penting dari upaya penemuan cadangan minyak dan gas bumi baru di perairan Indonesia. Sumur ini menjadi langkah awal dari kampanye pengeboran eksplorasi yang lebih luas pada tahun 2026 yang dioperasikan oleh kontraktor kontrak kerja sama di wilayah tersebut. Berikut adalah sejumlah pertanyaan yang sering diajukan terkait jadwal operasional, target teknis, dan potensi produksi dari proyek pengeboran Sumur Eksplorasi Laba Laba-1.
Kapan pengeboran Sumur Eksplorasi Laba Laba-1 di Offshore Natuna Barat resmi dimulai dan siapa operator yang bertanggung jawab atas proyek ini?
Kegiatan tajak atau pengeboran Sumur Eksplorasi Laba Laba-1 resmi dimulai pada hari Kamis, 30 Juli 2026, tepat pada pukul 02.20 WIB. Operasi pengeboran di wilayah lepas pantai ini dilaksanakan dengan menggunakan fasilitas rig Admarine 502. Proyek eksplorasi minyak dan gas ini dioperasikan sepenuhnya oleh Prime Natuna EP. Perusahaan tersebut merupakan operator baru yang secara resmi telah mengakuisisi Premier Oil Natuna Sea pada tanggal 28 Mei 2026. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengonfirmasi dimulainya kegiatan operasional tersebut dan memantau jalannya proyek di wilayah Offshore Natuna Barat.








