Masa pengenalan kampus bagi mahasiswa baru merupakan momen penting yang menandai transisi dari dunia sekolah menengah menuju pendidikan tinggi. Setiap perguruan tinggi memiliki metode dan pendekatan tersendiri dalam menyambut kedatangan para mahasiswa baru ini. Namun, dinamika di lapangan sering kali memicu perhatian publik, terutama ketika terdapat perbedaan kontras mengenai cara memperlakukan para mahasiswa baru dalam kegiatan orientasi tersebut. Kegiatan ini seharusnya menjadi langkah awal yang menyenangkan bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik yang baru.
Baru-baru ini, Universitas Negeri Padang (UNP) menjadi sorotan publik setelah sebuah video beredar luas di media sosial. Video tersebut memperlihatkan momen ketika para mahasiswa baru diperintahkan untuk melakukan jalan jongkok saat hendak memasuki area kampus. Kejadian ini memicu diskusi hangat di kalangan masyarakat mengenai kelayakan dan relevansi metode fisik seperti jalan jongkok dalam kegiatan pengenalan kampus di era modern. Banyak pihak yang menyayangkan adanya instruksi jalan jongkok tersebut karena dinilai kurang sesuai dengan iklim akademis masa kini.
Di sisi lain, pendekatan yang berbeda ditunjukkan oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Rektor UNY, Prof. Sumaryanto, mengungkapkan pandangannya mengenai bagaimana seharusnya mahasiswa baru diperlakukan di lingkungan kampusnya. Beliau menegaskan bahwa di kampus UNY, para mahasiswa baru diperlakukan seperti raja dan ratu. Pernyataan ini menunjukkan komitmen institusi untuk memberikan penyambutan yang penuh penghormatan, ramah, dan jauh dari tindakan fisik yang memberatkan serta tidak relevan dengan dunia pendidikan.
400 Ribu Data Antrean Haji Diduga Tidak Valid, Dana Rp10 Triliun Berpotensi Mengendap

Kegiatan orientasi atau pengenalan kampus bagi mahasiswa baru di UNY sendiri dikenal dengan nama PKKMB, yang merupakan singkatan dari Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru. Melalui pelaksanaan PKKMB, pihak universitas berupaya memberikan pengenalan yang edukatif dan humanis. Program PKKMB ini dirancang secara khusus untuk membimbing mahasiswa baru agar dapat beradaptasi dengan lingkungan akademik secara kondusif, aman, dan menyenangkan, tanpa adanya unsur kekerasan atau tekanan fisik yang tidak perlu.
Kebijakan dan perspektif humanis yang diterapkan di UNY ini selaras dengan pengalaman panjang yang dimiliki oleh rektornya. Prof. Sumaryanto memiliki rekam jejak karier yang panjang di lingkungan universitas tersebut sebelum akhirnya menjabat sebagai rektor. Perjalanan kariernya tercatat dimulai saat menjabat sebagai Staf Ahli Direktorat pada tahun 2000. Setelah itu, beliau dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Dekan Fakultas Olahraga pada tahun 2003. Perjalanan kariernya terus menanjak dengan menjabat sebagai Wakil Rektor Kemahasiswaan, hingga akhirnya kini memimpin institusi tersebut sebagai Rektor UNY.
Peralihan Hak Terintegrasi ATR/BPN, Skema Layanan Balik Nama Sertifikat 10 Hari

Perbandingan antara peristiwa jalan jongkok di UNP dan pelaksanaan PKKMB di UNY memberikan gambaran mengenai keberagaman metode pengenalan kampus di Indonesia. Sementara tindakan fisik di satu kampus memicu kritik, pendekatan yang menghargai mahasiswa baru seperti raja dan ratu di kampus lain menawarkan alternatif yang lebih ramah. Hal ini menegaskan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap metode orientasi agar tetap berada dalam koridor pendidikan yang mendidik dan menghormati hak-hak mahasiswa.






