Apakah benar energi panas bumi atau geothermal di Indonesia memiliki kemampuan untuk menandingi keandalan batu bara dalam memasok kebutuhan listrik nasional? Pertanyaan ini kerap muncul di tengah perbincangan mengenai transisi energi bersih di tanah air. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara tegas menyatakan bahwa energi listrik panas bumi memiliki potensi besar untuk menyaingi batu bara dalam menghadirkan pasokan listrik yang andal bagi masyarakat.
Mengapa Kementerian ESDM menyebut energi panas bumi bisa menyaingi keandalan batu bara?
Alasan utama yang mendasari pernyataan ini adalah stabilitas dan keberlanjutan pasokan yang ditawarkan oleh energi panas bumi. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengungkapkan bahwa geothermal memiliki keunggulan karena mampu menghadirkan listrik selama 24 jam penuh. Karakteristik ini membuat panas bumi menjadi alternatif yang sangat kuat untuk menggeser dominasi batu bara maupun bahan bakar diesel yang selama ini diandalkan di Indonesia.
Apa bukti nyata yang menunjukkan bahwa sumber energi panas bumi di Indonesia memiliki daya tahan yang sangat lama?
400 Ribu Data Antrean Haji Diduga Tidak Valid, Dana Rp10 Triliun Berpotensi Mengendap

Bukti nyata ketahanan energi panas bumi di Indonesia dapat dilihat dari sejarah sumur pengeboran di Kamojang. Tahun ini bertepatan dengan peringatan satu abad sejak tajak sumur pengeboran panas bumi di Kamojang pertama kali dicanangkan dan mulai dibor pada tahun 1926. Hal yang luar biasa adalah meskipun sumur pengeboran tersebut sudah berusia 100 tahun, uap panasnya terbukti masih terus mengalir dan berproduksi hingga saat ini tanpa menunjukkan tanda-tanda habis.
Berapa besar potensi cadangan panas bumi yang dimiliki oleh Indonesia saat ini?
Saat ini, Indonesia tercatat sebagai negara dengan cadangan panas bumi terbesar di dunia dengan total potensi mencapai 23.202,77 Megawatt. Namun, tingkat pemanfaatannya di tanah air masih sangat minim. Kapasitas terpasang baru menyentuh angka sekitar 2.776,39 Megawatt, yang berarti baru sekitar 11,6 persen potensi panas bumi yang berhasil dimanfaatkan, sedangkan 88,4 persen sisanya masih belum tergali.
Bagaimana tanggapan Kementerian ESDM mengenai pemanfaatan potensi energi ini bagi masa depan bangsa?
Nilai Emas Warga Indonesia di Luar Sistem Keuangan Capai Rp 4.483 Triliun

Melihat ketangguhan sumur Kamojang yang tetap aktif setelah satu abad, Kementerian ESDM menilai potensi alam ini merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa yang sangat luar biasa. Eniya menyoroti bahwa dengan potensi yang begitu melimpah dan terbukti bertahan sangat lama, Indonesia akan menjadi bangsa yang merugi apabila tidak memanfaatkan uap panas bumi tersebut secara optimal.
Langkah apa yang disiapkan pemerintah untuk memaksimalkan potensi panas bumi tersebut?
Guna memaksimalkan potensi yang ada, Kementerian ESDM kini tengah menyiapkan insentif perpajakan sekaligus merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2017. Revisi aturan tersebut diarahkan pada kemudahan pemanfaatan tidak langsung dari panas bumi serta skema peningkatan tingkat pengembalian modal bagi para investor. Selain itu, proses lelang juga akan diubah menjadi satu tahap dalam bentuk daring untuk mempermudah regulasi investasi.






