Kebiasaan menyimpan aset berharga secara mandiri di rumah telah menjadi bagian dari budaya finansial sebagian masyarakat Indonesia sejak lama. Salah satu aset yang paling populer disimpan secara personal adalah emas fisik. Namun, jumlah emas yang disimpan di luar sistem keuangan resmi ini ternyata memiliki jumlah yang sangat besar dan menyimpan potensi ekonomi yang luar biasa. Fenomena penyimpanan emas secara personal ini menjadi sorotan penting karena nilai aset yang disimpan di luar ekosistem keuangan formal tersebut dapat memengaruhi kekuatan ekonomi nasional apabila dapat dikelola dan diintegrasikan dengan baik ke dalam sistem keuangan negara.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, memberikan gambaran konkret mengenai besarnya jumlah emas yang disimpan secara mandiri oleh masyarakat. Berdasarkan data yang dipaparkannya, masyarakat Indonesia diperkirakan menyimpan sekitar 1.800 ton emas di luar sistem keuangan resmi. Praktik penyimpanan emas fisik secara mandiri oleh warga ini sering kali diistilahkan oleh pemerintah sebagai simpanan "di bawah bantal". Jumlah 1.800 ton emas ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat masih memilih menyimpan kekayaan mereka dalam bentuk fisik yang berada di luar jangkauan lembaga keuangan formal.
Diterpa Isu Akuisisi BYAN, Emiten Milik Haji Isam Akhirnya Buka Suara

Potensi nilai dari akumulasi emas yang disimpan di luar sistem keuangan tersebut sangatlah fantastis. Timbunan emas sebanyak 1.800 ton yang disimpan oleh warga Indonesia ditaksir memiliki nilai mencapai US$ 252 miliar. Jika dikonversikan ke dalam mata uang rupiah, nilai aset fisik tersebut setara dengan Rp 4.483,02 triliun. Angka Rp 4.483,02 triliun ini mencerminkan besarnya nilai kekayaan yang belum tercatat secara resmi dalam sistem keuangan nasional, yang jika dioptimalkan dapat memberikan kontribusi besar bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi dalam negeri.
Informasi penting mengenai kepemilikan emas masyarakat Indonesia ini diumumkan secara resmi dalam sebuah forum strategis. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan angka-angka tersebut dalam pidatonya pada acara Peluncuran Indonesia Bullion Market Association. Acara peluncuran asosiasi tersebut diselenggarakan di Monas Grand Ballroom BSI Tower yang berlokasi di Jakarta. Adapun momen bersejarah bagi industri emas nasional ini berlangsung pada hari Kamis, 20 Agustus 2026.
Harga Emas Antam Naik Menjadi Rp2.725.000 per Gram Beserta Ketentuan Pajaknya

Pemerintah terus berupaya mencari jalan agar aset emas fisik yang sangat besar ini dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi perekonomian negara. Jika seluruh 1.800 ton emas yang saat ini masih disimpan secara mandiri "di bawah bantal" oleh masyarakat dapat ditarik dan diintegrasikan ke dalam sistem keuangan nasional, dampaknya akan sangat luar biasa. Integrasi aset emas tersebut ke dalam sistem keuangan resmi akan membuat catatan stok emas Indonesia diakui secara global dan menjadikannya sebagai salah satu stok emas terbesar di dunia. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi finansial Indonesia di tingkat internasional.






