PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, yang dikenal dengan kode emiten PGE, secara resmi telah mengumumkan kinerja keuangan perusahaan untuk periode paruh pertama tahun ini. Berdasarkan data yang tercantum dalam laporan keuangan interim perusahaan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026, perseroan berhasil mencatatkan pencapaian pendapatan yang signifikan. Sepanjang kuartal II 2026, pendapatan yang dibukukan oleh perusahaan mencapai angka 204,85 juta dolar AS. Penyampaian laporan keuangan interim ini memberikan gambaran langsung mengenai kondisi operasional dan finansial perusahaan selama enam bulan pertama pada tahun berjalan.
Terkait dengan hasil kinerja keuangan yang telah dipublikasikan tersebut, Direktur Keuangan PGE, Fransetya Hasudungan Hutabarat, memberikan penjelasannya. Fransetya Hasudungan Hutabarat menyatakan bahwa pencapaian pendapatan yang diraih hingga pertengahan tahun ini merupakan hasil dari upaya berkelanjutan perusahaan. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi cerminan nyata dari konsistensi perseroan dalam menjalankan strategi bisnis yang ada. Strategi bisnis yang diterapkan oleh perusahaan tersebut dirancang agar dapat berjalan secara efektif, efisien, dan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan.
Sejalan dengan pencapaian pendapatan pada kuartal II 2026, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk juga melaporkan adanya peningkatan pada pos laba bersih. Laba bersih perseroan tercatat mengalami kenaikan sebesar 15,48 persen secara tahunan atau year-on-year. Dengan persentase kenaikan tersebut, total laba bersih perusahaan hingga kuartal II 2026 mencapai 79,607 juta dolar AS. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan yang berkesinambungan jika dibandingkan dengan pencapaian pada awal tahun, di mana pada kuartal I 2026, laba bersih yang dicatatkan oleh perseroan berada pada angka 43,899 juta dolar AS.
Suahasil Nazara Jadi Menkeu, DPR Nilai Bisa Perkuat Kepercayaan Pasar

Lebih lanjut, peningkatan laba bersih perseroan sebesar 15,48 persen tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor pendorong utama di sisi operasional maupun finansial. Berdasarkan laporan yang disampaikan, pertumbuhan laba bersih ini secara langsung ditopang oleh adanya pertumbuhan produksi yang dicatatkan oleh perusahaan. Selain itu, keandalan operasional dari berbagai fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi atau PLTP yang dikelola oleh perseroan juga memberikan kontribusi penting. Di luar faktor operasional pembangkit, kinerja keuangan perusahaan turut mendapatkan dorongan dari adanya keuntungan selisih kurs yang bernilai positif pada periode pelaporan tersebut.
Dari sisi volume produksi fisik, kinerja operasional PT Pertamina Geothermal Energy Tbk juga menunjukkan tren yang sejalan dengan hasil keuangannya. Hingga penutupan semester I-2026, total produksi energi yang dihasilkan oleh PGE mencapai angka 2.745 GWh. Volume produksi pada paruh pertama tahun ini mencerminkan peningkatan sebesar 13,62 persen apabila disandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada periode semester pertama tahun lalu, total produksi perseroan tercatat sebesar 2.416 GWh.
GWM Wey G9 Meluncur di RI, Sanggup Tantang Toyota Alphard-Denza D9?

Selain memaparkan rincian pendapatan dan laba bersih, laporan keuangan interim per 30 Juni 2026 juga merinci posisi neraca keuangan perusahaan. Berdasarkan laporan tersebut, total aset yang dimiliki oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk saat ini telah mencapai nilai 2,967 miliar dolar AS. Di samping total aset yang besar, perseroan juga memelihara tingkat likuiditas yang memadai untuk mendukung kegiatan usahanya. Hal ini terlihat dari pencatatan posisi kas dan setara kas perusahaan yang mencapai angka 656,634 juta dolar AS pada akhir periode pelaporan.
Pada bagian permodalan, laporan keuangan yang sama turut membeberkan besaran ekuitas yang dicatatkan oleh perusahaan. Secara keseluruhan, nilai ekuitas PT Pertamina Geothermal Energy Tbk dilaporkan mencapai 2,006 miliar dolar AS. Sementara itu, jika ditinjau lebih spesifik dari segi permodalan perseroan, terdapat pencatatan ekuitas yang berada pada angka 961,184 juta dolar AS. Rincian angka-angka pada pos aset, kas, dan ekuitas ini melengkapi gambaran menyeluruh mengenai postur keuangan perseroan pada pertengahan tahun 2026.






