Sebanyak enam orang tersangka, termasuk Rektor Universitas Soedirman (Unsoed) Akhmad Sodiq dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Norman Arie Prayogo, resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penahanan tersebut dilakukan penyidik setelah rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan praktik lancung pada proses penerimaan mahasiswa baru di lingkungan kampus negeri tersebut.
Bagaimana penampakan Rektor hingga Warek Unsoed saat resmi ditahan KPK?
Pantauan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 22 Agustus 2026 sekitar pukul 02.00 WIB memperlihatkan Rektor Akhmad Sodiq dan Wakil Rektor III Norman Arie Prayogo telah mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK. Kedua pimpinan kampus tersebut berjalan keluar dari ruang pemeriksaan dengan kedua tangan terpasang borgol setelah menjalani pemeriksaan intensif.
Siapa saja tersangka yang ikut ditahan dalam perkara ini?
Hampir Setengah Penduduk Jakarta Masuk Kelompok Menengah, Pemprov Dorong Ranperda Rusun

KPK menahan total enam orang dalam kasus ini. Selain Rektor Akhmad Sodiq dan Warek III Norman Arie Prayogo, empat tersangka lainnya adalah Eko Sumanto selaku Kepala Bagian Akademik Unsoed, Dian Mulia Wardhana dari pihak swasta, Adhi Wiharto dari pihak swasta, serta Mulyono yang merupakan pihak swasta sekaligus keponakan dari Rektor Akhmad Sodiq.
Apa kasus yang menjerat para tersangka dan berapa nominal tarif yang dipatok?
KPK menetapkan para tersangka atas dugaan tindak pidana pemerasan dan gratifikasi pada proses seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur masuk mandiri kampus. Lembaga antirasuah mengungkap bahwa Akhmad Sodiq dan Norman Arie Prayogo diduga mematok tarif sebesar Rp 650 juta kepada setiap calon mahasiswa baru yang ingin masuk ke Fakultas Kedokteran Unsoed.
Bagaimana alur dugaan pemerasan dalam seleksi Fakultas Kedokteran tersebut?
Benarkah PLTU Suralaya Jadi Penyebab Polusi Udara di DKI?

Berdasarkan penjelasan Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein, pada Agustus 2026 Norman memerintahkan dua perantara swasta, yakni Dian Mulia Wardhana dan Adhi Wiharto, untuk menarik uang Rp 650 juta dari para calon mahasiswa. Kendati tarif ratusan juta rupiah tersebut telah disetorkan, para calon mahasiswa baru tetap tidak memperoleh kepastian kelulusan dalam seleksi mandiri Unsoed.
Mengapa muncul masalah pengembalian dana hingga peminjaman uang?
Ketiadaan jaminan kelulusan membuat sejumlah peserta seleksi mandiri gagal diterima di Fakultas Kedokteran Unsoed. Para orang tua yang tidak terima kemudian menuntut agar uang ratusan juta rupiah yang telah dibayarkan segera dikembalikan. Pengembalian tersebut sempat terkendala karena uang pemerasan telah terpakai oleh Dian dan Adhi untuk urusan pribadi. Situasi tersebut mendorong Norman meminjam uang kepada keponakan Sodiq, Mulyono, demi melunasi tuntutan pengembalian dana kepada para orang tua calon mahasiswa.






