Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke, Papua Selatan, hingga kini masih menunggu laporan lengkap terkait insiden penembakan kapal nelayan KMN Sardi Utama 02. Peristiwa penembakan yang terjadi di wilayah perairan Papua Nugini (PNG) ini menjadi perhatian serius bagi otoritas setempat. Insiden tragis tersebut dilaporkan telah menewaskan nakhoda kapal yang bernama Rizal. Kejadian yang berlangsung di wilayah perbatasan laut ini memerlukan penanganan yang cermat, terutama karena melibatkan wilayah perairan negara tetangga, Papua Nugini.
Menurut informasi yang dihimpun, insiden penembakan terhadap kapal nelayan KMN Sardi Utama 02 tersebut terjadi pada tanggal 9 Juni 2026. Meskipun kejadian ini sudah berlangsung beberapa waktu lalu, pihak pemerintah daerah masih belum mendapatkan gambaran utuh mengenai peristiwa tersebut. Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kabupaten Merauke, Rekianus Samkakai, menyatakan bahwa pihaknya hingga saat ini belum menerima laporan detail mengenai kronologi pasti dari peristiwa penembakan tersebut. Oleh karena itu, Pemkab Merauke terus berupaya mengumpulkan informasi resmi guna memperjelas rangkaian kejadian di lapangan.








