Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan bahwa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mboeng yang berlokasi di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), akan segera menerima program revitalisasi. Kepastian ini menjadi respons pemerintah atas perhatian publik di media sosial terkait kondisi fisik bangunan sekolah yang memprihatinkan meski sebelumnya telah menerima bantuan perangkat Smart TV.
Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Moch. Salim Somad, mengonfirmasi bahwa proses revitalisasi gedung SDN Mboeng dijadwalkan berlangsung pada tahun ini. Untuk memastikan langkah perbaikan berjalan sesuai kebutuhan lapangan, pihak kementerian telah turun langsung ke lokasi sekolah guna mengecek kondisi fisik bangunan sekaligus mendata sarana yang mendesak untuk diperbaiki.
Saat ini, aktivitas pembelajaran di SDN Mboeng melibatkan sebanyak 84 siswa yang terbagi dalam enam rombongan belajar (rombel). Operasional belajar mengajar harian tersebut didukung oleh 10 orang tenaga kependidikan.
Kebakaran Gunung Bromo, Water Bombing Terhenti, Cuaca Jadi Kendala

Secara keseluruhan, SDN Mboeng memiliki lima unit bangunan permanen. Namun, dua ruang kelas di antaranya mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat digunakan secara optimal untuk proses belajar mengajar. Guna menyiasati keterbatasan ruang kelas tersebut, pihak sekolah masih memanfaatkan empat ruang kelas darurat. Sebagian dari pembangunan ruang kelas yang digunakan saat ini dibangun melalui swadaya masyarakat, khususnya kontribusi dari para orang tua siswa.
Mengenai penyaluran Smart TV yang sempat menjadi sorotan, Salim menerangkan bahwa SDN Mboeng tercatat memiliki sumber listrik dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Ketersediaan sumber listrik dalam data pokok tersebut menjadi dasar penetapan sekolah sebagai salah satu penerima bantuan televisi untuk menunjang kebutuhan pembelajaran siswa.
Anak Pembunuh Sekeluarga di Jakut Divonis Penjara Seumur Hidup

Program penanganan SDN Mboeng merupakan bagian dari rencana revitalisasi fasilitas pendidikan di kawasan Nusa Tenggara Timur yang menargetkan total 1.487 satuan pendidikan hingga tahun 2026. Pada tahun 2026, alokasi anggaran yang disiapkan untuk program revitalisasi sekolah mencapai Rp1,2 triliun guna menjangkau perbaikan sarana dan prasarana pendidikan secara lebih luas.






