Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi memperpanjang masa tanggap darurat bencana gempa bumi hingga 12 September 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan kelanjutan penanganan warga terdampak, pemenuhan kebutuhan logistik, serta operasional posko pengungsian setelah gempa yang mengguncang kawasan tersebut sejak 15 Agustus 2026.
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menegaskan bahwa perpanjangan masa tanggap darurat merupakan langkah antisipasi risiko pascabencana. Hingga Kamis malam, belasan ribu warga telah menerima pelayanan dasar, baik di posko pengungsian komunal maupun tenda mandiri di perkampungan. Selama masa perpanjangan ini, kegiatan belajar mengajar untuk seluruh jenjang pendidikan dari TK hingga SMA dialihkan sepenuhnya secara daring.
IKN Siaga 1! Api Kebakaran di 319 Hektare Lahan Belum Padam

Pemerintah daerah memusatkan seluruh sumber daya pada pemenuhan kebutuhan darurat sebelum melangkah ke fase rekonstruksi. Dari total kebutuhan 9.742 lembar terpal, Pemkab Manggarai Barat menyiapkan 2.250 lembar dan mendatangkan pasokan tambahan dari luar daerah, termasuk Surabaya, dengan bantuan para donatur. Selain itu, tenda-tenda darurat didirikan guna menggantikan fungsi fasilitas publik yang rusak seperti sekolah, puskesmas, dan perkantoran.
Untuk menopang operasional lapangan, Pemkab Manggarai Barat mengalokasikan anggaran tanggap darurat sekitar Rp13 miliar serta telah mendistribusikan 51 ton beras bagi warga terdampak. Pengiriman logistik ke wilayah kepulauan juga terus digencarkan menggunakan kapal patroli Ditpolairud.
Kejagung Gelar Rakor Bareng Kortas hingga KPK, Febrie Segera Disidang

Penanganan dampak gempa di wilayah NTT turut diperkuat dukungan berbagai pihak. Presiden Prabowo sebelumnya mengumumkan alokasi dana penanganan bencana senilai Rp200 miliar dalam rapat di Posko Yonif TP 834/WM, Kabupaten Nagekeo. Dukungan kemanusiaan lainnya mengalir dari PPNK 73 Lemhannas RI berupa donasi tunai Rp280 juta dan logistik Rp420 juta, serta penyaluran 500 Paket Logistik Keluarga oleh Baznas RI di Posko Golo Conggo, Manggarai.






