Sebanyak 100 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, melangsungkan akad kredit massal bersama Bank Jakarta pada Selasa pagi. Fasilitas pembiayaan ini disalurkan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan non-KUR dengan plafon pinjaman mencapai hingga Rp500 juta guna memperkuat permodalan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dukungan permodalan tersebut memberikan dampak positif terhadap perkembangan operasional para pedagang. Rosmani Sitohang, salah seorang pedagang bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati yang telah menjalankan usahanya sejak 2015, mengungkapkan bahwa keuntungan usahanya melonjak hingga empat kali lipat setelah memperoleh pembiayaan dari Bank Jakarta. Rosmani memanfaatkan dana pembiayaan sebesar Rp108 juta tersebut untuk memperkuat perputaran modal kerja usahanya.
Bitcoin Menguat, Pasar Kripto Kembali Bergairah pada Agustus 2026

Manfaat serupa dirasakan oleh pedagang lainnya di pasar tersebut, Ika Tiara. Ika telah beberapa kali mendapatkan fasilitas pembiayaan modal dari Bank Jakarta untuk menunjang kelangsungan usahanya. Pada tahap sebelumnya, ia memperoleh pembiayaan senilai Rp500 juta, sementara pada tahap pembiayaan terakhir ia menerima kucuran dana sebesar Rp400 juta. Dana tersebut dialokasikan secara khusus oleh Ika untuk membayar biaya sewa tempat usaha selama 20 tahun ke depan.
Peran Permodalan dan Urgensi Literasi Keuangan
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan bahwa pemberian dukungan permodalan memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas usaha para pelaku UMKM di Pasar Induk Kramat Jati. Rano juga menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang terjalin antara Bank Jakarta dan Perumda Pasar Jaya dalam mendukung kemajuan UMKM serta menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Purbaya, Bos OJK & BEI Sampaikan Harapan Buat Destry Cs, Ini Isinya!

Di samping penyediaan akses permodalan formal, Rano menegaskan pentingnya literasi keuangan bagi para pedagang. Menurutnya, pemahaman mengenai tata kelola keuangan yang memadai sangat dibutuhkan agar para pelaku UMKM dapat menerapkan manajemen keuangan yang sehat dan memastikan usahanya dapat terus berkembang secara berkelanjutan.






