Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan pergerakan yang dinamis di pasar keuangan. Pada pembukaan perdagangan hari Senin, 3 Agustus 2026, mata uang rupiah tercatat terapresiasi sebesar 0,22% ke posisi Rp17.950/US$. Penguatan ini secara langsung melanjutkan tren positif dari hari Jumat, 31 Juli 2026, ketika rupiah ditutup menguat 0,47% ke level Rp17.990/US$. Pencapaian pada akhir pekan tersebut sekaligus menandai kembalinya posisi mata uang Indonesia untuk bergerak di bawah level psikologis Rp18.000/US$. Pergerakan nilai tukar ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor global, khususnya intervensi valuta asing di Asia, serta proyeksi data ekonomi domestik seperti tingkat inflasi








