berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Ekonomi & Bisnis

Dampak Pembatalan Serangan Amerika Serikat ke Iran terhadap Harga Minyak dan Pasar Finansial

Yolanda RumbayanDiterbitkan 3 Agu 2026 - 15.42 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dampak Pembatalan Serangan Amerika Serikat ke Iran terhadap Harga Minyak dan Pasar Finansial
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Pergerakan pasar finansial dan komoditas global kembali menunjukkan dinamika yang signifikan pada awal pekan ini. Pada perdagangan hari Senin (3/8), harga minyak mentah tercatat mengalami kemerosotan yang sangat tajam di pasar internasional. Penurunan harga komoditas energi ini dipicu secara langsung oleh meningkatnya peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Peluang kesepakatan tersebut menjadi fokus utama yang memengaruhi pergerakan harga minyak mentah pada sesi perdagangan hari itu.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur

Berdasarkan data perdagangan, harga minyak mentah patokan global jenis Brent dilaporkan anjlok lebih dari 6 persen hingga menyentuh level US$ 82,41 per barel. Penurunan harga yang sangat signifikan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa perundingan dengan pihak Iran akan segera dimulai pada hari Senin. Sebagai bagian dari langkah tersebut, Donald Trump membatalkan rencana serangan yang sebelumnya telah dipersiapkan terhadap Iran. Pembatalan rencana serangan tersebut dilakukan untuk mencapai sebuah kesepakatan strategis, yaitu membuka kembali Selat Hormuz, sekaligus menyelesaikan jalan buntu yang selama ini terjadi terkait dengan program nuklir Iran.

Berita mengenai pembatalan serangan Amerika Serikat ke Iran ini juga diiringi oleh pergerakan yang bervariasi pada bursa saham di berbagai kawasan. Di bursa saham Amerika Serikat, indeks S&P 500 terpantau mengalami kenaikan sebesar 0,4 persen, sementara indeks Nasdaq juga mencatatkan penguatan sebesar 0,6 persen. Namun, kondisi yang berbeda terjadi di kawasan Asia. Indeks Nikkei di Jepang tercatat terkoreksi sebesar 1 persen. Penurunan yang jauh lebih dalam dialami oleh bursa saham Korea Selatan, di mana indeks KOSPI merosot tajam hingga mencapai 3,6 persen. Tidak hanya itu, indeks MSCI untuk saham kawasan Asia-Pasifik di luar Jepang juga dibuka melemah sebesar 1 persen pada awal sesi perdagangan.

Baca Juga

Manfaat Penggunaan QRIS untuk Transaksi Bisnis Masa Kini

Manfaat Penggunaan QRIS untuk Transaksi Bisnis Masa Kini

Selain pergerakan pada pasar komoditas minyak dan bursa saham, pasar valuta asing juga mencatatkan pergerakan, khususnya yang terkait dengan mata uang yen Jepang. Nilai tukar yen secara mendadak mengalami penguatan lebih dari 1 persen hingga mencapai level 155,39 per dolar Amerika Serikat. Penguatan mata uang ini terjadi setelah Kementerian Keuangan Jepang menyatakan bahwa pihaknya bersama dengan Amerika Serikat telah melakukan sebuah intervensi yang terkoordinasi berupa aksi beli yen. Langkah intervensi bilateral yang tergolong langka ini dilakukan dengan tujuan utama untuk menghentikan tren anjloknya nilai tukar yen, yang sebelumnya sempat menyentuh level terendahnya dalam kurun waktu 40 tahun terakhir.

Terkait dengan langkah intervensi mata uang ini, Donald Trump memberikan pernyataan mengenai posisi Amerika Serikat. Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat membantu Jepang dalam menopang nilai tukar yen sebagai sebuah wujud persahabatan antara kedua negara. Selain itu, langkah ini juga disebut sebagai bagian dari upaya untuk menjaga stabilitas ekonomi global. Dalam pernyataannya mengenai situasi tersebut, Trump menegaskan dengan mengatakan, "Nilai tukar yen mereka sedang melemah, dan mereka meminta sedikit bantuan. Dan kami akan selalu ada untuk Jepang."

Baca Juga

Panduan Memahami Pergerakan Awal Pekan IHSG dan Pengaruh Pasar Global

Panduan Memahami Pergerakan Awal Pekan IHSG dan Pengaruh Pasar Global

Meskipun intervensi terkoordinasi tersebut terjadi, para pakar keuangan tetap memberikan catatan mengenai dampaknya. Ahli Strategi dari Mizuho Bank, Masayuki Nakajima, memberikan penilaian bahwa tujuan utama dari intervensi ini kemungkinan besar bukanlah untuk membalikkan tren pelemahan yen. Menurut Nakajima, terdapat faktor struktural yang masih menekan mata uang Jepang tersebut secara fundamental, yaitu selisih suku bunga yang masih lebar antara Amerika Serikat dan Jepang.

Lebih lanjut, Nakajima menjelaskan pandangannya mengenai pergerakan mata uang Jepang ke depannya. Ia menyatakan bahwa sulit untuk mengatakan bahwa tren depresiasi jangka panjang pada mata uang yen telah berubah secara mendasar. Akan tetapi, Nakajima juga menyoroti bahwa dalam waktu dekat, momentum dapat bergeser mendukung penguatan yen. Hal ini disebabkan karena nada komunikasi terbaru antara Amerika Serikat dan Jepang telah membawa peringatan yang tajam bagi para trader spekulatif di pasar valuta asing.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

IranAmerika SerikatDonald Trumpharga minyakPasar SahamYen Jepang

Berita Terbaru Lainnya

Cara Memantau Pemulihan Layanan PLN Saat Terjadi Pemadaman ListrikAnalisis Arah Pasar Saat IHSG Menguat di Tengah Pelemahan Bursa RegionalPanduan Memahami Penguatan Rupiah dan Penurunan Dolar AS ke Rp17.950Manfaat Penggunaan QRIS untuk Transaksi Bisnis Masa KiniCara Baru Pekerja Muda Membangun Karier Tanpa Mengandalkan PromosiPanduan Memahami Pergerakan Awal Pekan IHSG dan Pengaruh Pasar GlobalWaspada Penipuan Modus Polisi Gadungan, Pelajaran dari Kasus di BanjarbaruLLDikti Wilayah IX Serahkan SK Pembukaan Program Doktor Teknik Sipil UMI Makassar

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Nasional

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

2 Agu 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

1 Agu 2026

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

Hukum

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di MonasNasional 路 2 Agu 2026
  5. 5Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab SaudiEkonomi 路 1 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap