PT MRT Jakarta (Perseroda) memperluas fokus operasionalnya dari sekadar penyedia transportasi antarkereta menjadi motor pengembang kawasan transit. Melalui pendekatan placemaking, badan usaha milik daerah ini menyuntikkan energi baru ke kawasan sekitar stasiun, salah satunya Blok M di Jakarta Selatan yang belakangan viral di media sosial dengan sebutan 'Negara Blok M'.
Division Head of Business Planning and Expansion Division MRT Jakarta, Samuel Ryan Pradipta, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari peran MRT sebagai city regenerator. MRT menerapkan konsep placemaking untuk menata kawasan agar berfungsi sebagai "ruang ketiga", yakni ruang berinteraksi yang hadir setelah rumah dan tempat beraktivitas utama seperti kantor atau sekolah.
Transformasi Menuju Urban Youth Hub
Samuel menerangkan bahwa pengembangan kawasan berbasis placemaking bertumpu pada empat pilar utama: akses dan keterhubungan, kenyamanan dan citra, ketersediaan aktivitas, serta ruang interaksi sosial. Di kawasan Blok M, MRT mengusung tema urban youth hub yang dipadukan dengan atmosfer nostalgia.
Kisah AO PNM Dampingi Perempuan Sebatik Tumbuh Bersama Holding UMi

Penataan tersebut mendorong lonjakan signifikan pada aktivitas masyarakat. Jumlah pengunjung yang awalnya hanya berkisar 400 orang per hari kini melesat menjadi sekitar 40 ribu orang per hari pada hari kerja. Pada akhir pekan biasa, tingkat kunjungan berkisar 60 ribu hingga 70 ribu orang, bahkan dapat menembus 80 ribu hingga 90 ribu orang ketika berlangsung acara berskala besar.
Meskipun keramaian telah terbentuk, Samuel mengungkapkan bahwa revitalisasi kawasan Blok M saat ini sebetulnya baru berjalan setengah dari rencana keseluruhan. Pihaknya masih akan melanjutkan penataan agar kawasan tersebut menjadi jauh lebih tertata dan optimal.
Rencana di Kota Tua dan Dukuh Atas
Pendekatan serupa disiapkan untuk diterapkan di kawasan transit lainnya. Seiring pengerjaan proyek MRT Fase 2A menuju kawasan utara Jakarta, Glodok dan Kota Tua diproyeksikan menjadi simpul baru. Di Kota Tua, MRT berencana mempertahankan warisan sejarah kawasan Chinatown dan Little Amsterdam, sembari memadukannya dengan sentuhan elemen modern, retail, dan kegiatan komunitas.
BRImo Taiwan Raih Penghargaan Anugerah Inovasi Indonesia 2026

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi, menyampaikan bahwa Jakarta membutuhkan ruang kota yang hidup, nyaman, dan inklusif di samping pembangunan fisik infrastruktur. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini juga tengah memperkuat konektivitas mobilitas antarmoda di Dukuh Atas melalui pembangunan Pedestrian Deck.
Menanggapi dinamika kawasan publik ini, pengamat tata kota Yayat Supriatna menekankan pentingnya peran komunitas sebagai penjaga keberlanjutan ruang kota. Yayat turut mendorong penyediaan panggung seni dan pertunjukan karya bagi para sastrawan, seniman, maupun penari guna memperkuat karakter ruang publik yang telah terbangun.






