Kemandirian ekonomi perempuan di wilayah perbatasan Indonesia terus menunjukkan perkembangan nyata berkat akses pembiayaan dan pendampingan usaha mikro. Di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, para perempuan yang sebelumnya hanya berstatus sebagai buruh bantu kini perlahan bertransformasi menjadi pemilik usaha mandiri.
Perubahan ini terekam langsung melalui pengalaman Fipi Novita Sari, atau yang akrab disapa Novi, seorang Account Officer (AO) PNM Mekaar. Selama tiga bulan bertugas di Pulau Sebatik, Novi mendampingi sekitar 18 kelompok yang menghimpun hampir 100 nasabah perempuan.
Salah satu catatan paling berkesan bagi Novi adalah pergeseran peran kaum perempuan yang dikenal dengan sebutan Mak Betang. Istilah lokal tersebut disematkan bagi pekerja lepas yang membantu mengikat bibit rumput laut hingga proses penjemuran. Setelah memperoleh akses pembiayaan dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM), sebagian mantan pekerja pengikat tersebut mulai merintis usaha milik mereka sendiri.
BRImo Taiwan Raih Penghargaan Anugerah Inovasi Indonesia 2026

Perputaran Rantai Usaha Rumput Laut di Nunukan
Komoditas rumput laut di kawasan Nunukan dan Sebatik memiliki potensi perputaran ekonomi yang luas. Sebagian nasabah mengolah hasil panen secara lokal menjadi aneka produk olahan pangan, seperti amplang rumput laut.
Selain produk olahan rumah tangga, sebagian pasokan bahan mentah rumput laut dikirim langsung ke Sulawesi. Di wilayah tersebut, komoditas rumput laut diolah di pabrik-pabrik pengolahan berskala besar, yang beberapa di antaranya kemudian dialokasikan untuk kebutuhan pasar ekspor.
Novi sendiri mulai bergabung sebagai AO PNM sejak 28 Oktober 2024. Sebelum dan sesudah menjalani penugasan selama tiga bulan di Sebatik, ia mendedikasikan tugas pendampingan nasabah di wilayah Kabupaten Nunukan secara berkelanjutan.
Negara Blok M' dan Jurus MRT Beri Nyawa Baru Sebuah Kawasan

Dukungan Terintegrasi Holding Ultra Mikro
Keberadaan pendampingan PNM di pelosok negeri merupakan bagian terpadu dari inisiatif Holding Ultra Mikro (UMi). Entitas ini menyatukan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selaku induk bersama PT Pegadaian dan PNM, dengan tujuan menghadirkan akses finansial inklusif dan berkelanjutan bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro di seluruh Indonesia.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa capaian Holding UMi tecermin langsung dari manfaat ekonomi nyata yang dirasakan masyarakat di tingkat akar rumput. Berdasarkan data terkini, ekosistem Holding UMi telah berhasil menjangkau 33,6 juta nasabah pinjaman di seluruh Indonesia, serta ditopang oleh basis simpanan mikro yang melampaui 166,3 juta rekening.






