Kebakaran yang melanda fasilitas penunjang Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Rabu (9/9), dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Aktivasi sistem tanggap darurat kode merah internal berhasil melokalisasi kobaran api sehingga tidak merembet ke ruang rawat inap dan area pelayanan medis pasien lainnya. Manajemen rumah sakit memperkirakan kerugian materi akibat insiden ini mencapai Rp900 juta.
Titik api membakar dua ruangan utama, yakni dapur layanan gizi dan ruang cuci (laundry), sebelum menjalar ke struktur atap. Material yang hangus meliputi peralatan masak, bahan makanan, serta tumpukan selimut dan seprai.
Direktur Utama RSSA Malang, dr Mochamad Bachtiar Budianto, mengungkapkan dugaan awal kebakaran berasal dari jaringan kabel lama yang belum sempat diperbarui. Saat ini, program pembaruan instalasi listrik rumah sakit baru mencapai 60 persen karena pengerjaannya harus dilakukan bertahap demi menjaga operasional fasilitas kesehatan tetap berjalan. Kendati demikian, penyebab definitif kebakaran masih menunggu hasil investigasi kepolisian.
Viral Warga Kecewa dan Injak Bantuan Gempa NTT, Pelaku Minta Maaf

Mako Damkar menerima laporan kejadian pada pukul 14.57 WIB dan langsung mengerahkan 20 personel serta lima unit armada, yang terdiri dari empat unit penyuplai air (water supply) dan satu unit rescue kajama. Amukan api berhasil dipadamkan secara total sekitar pukul 16.30 WIB.
Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSSA, Kurniawan Hary Putranto, menyebutkan bahwa asesmen kelayakan konstruksi segera dilakukan untuk menentukan perbaikan menyeluruh pada struktur atap berbahan kayu yang terbakar. Proses pemulihan, rekondisi alat dapur, hingga sertifikasi ulang kelaikan higienitas layanan gizi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua bulan.
Polres Padangsidimpuan Amankan 401 Gram Sabu, Satu Pria Ditangkap

Peristiwa ini tercatat sebagai kebakaran kedua di lingkungan RSSA Malang setelah insiden terdahulu pada 2019 silam, yang terjadi di lokasi berbeda dengan sumber penyebab yang berlainan.






