Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon memperketat langkah mitigasi guna mengantisipasi potensi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopiluhur, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti. Kesiapsiagaan material penanganan darurat hingga sistem pengaliran gas metana kini diperkuat di kawasan pembuangan sampah tersebut.
Langkah pencegahan ekstra ini dipicu oleh hasil pemetaan lapangan pada 2025 yang menemukan keberadaan sejumlah titik panas (hotspot) berskala kecil dan tersebar di kawasan landfill. Selain itu, otoritas lingkungan berkaca pada insiden September 2023 lalu, saat kobaran api sempat menghanguskan sekitar 350 meter persegi dari total 5,2 hektare area TPA Kopiluhur.
Kejagung Siapkan Tiga Instrumen Hukum Tangani Kebakaran Hutan

Kepala DLH Kota Cirebon, Fina Amalia Purwantini, menjelaskan bahwa ancaman kebakaran di TPA Kopiluhur tidak hanya berasal dari proses pembusukan internal gunungan sampah, tetapi juga kerentanan dari aktivitas luar. Kelalaian manusia seperti pembuangan puntung rokok sembarangan dinilai menjadi salah satu pemicu utama yang harus diwaspadai.
Untuk merespons risiko tersebut, DLH Kota Cirebon telah menyiagakan timbunan tanah urugan di dua titik landfill, yakni sisi kanan dan kiri TPA Kopiluhur. Ketersediaan tanah uruk ini ditujukan untuk mempercepat proses isolasi dan penutupan api jika terjadi letupan bara. Selain itu, satu unit tangki air operasional yang dilengkapi instalasi pipa serta mesin genset disiagakan langsung di area penampungan aktif untuk tindakan pemadaman awal.
Mendes Ungkap Ada Desa Tak Punya Tanah Kuburan, Warga Sampai Ditangkap

Di samping kesiapan alat basah dan tanah, upaya struktural juga ditempuh melalui pemasangan sistem ventilasi sedalam 28 meter serta penyediaan pasir guna membuang akumulasi gas metana dari dasar tumpukan sampah. Guna menekan risiko kelalaian manusia, DLH memasang berbagai papan peringatan dan larangan menyalakan api maupun merokok yang ditujukan bagi para pekerja hingga pemulung di kawasan TPA.






