Pemerintah berencana mengganti tampilan kemasan beras subsidi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi berwarna biru dengan jenama baru "Beras Kita". Peluncuran resmi produk tersebut dijadwalkan berlangsung pada 20 Oktober 2026, bertepatan dengan momentum memasuki tahun ketiga masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengonfirmasi perubahan visual dan nama produk bantuan pangan tersebut. Zulhas mengaku langsung memberikan persetujuan atas desain kemasan anyar yang didominasi warna biru, seraya menyebut warna tersebut sebagai simbol kemenangan.
Perubahan Identitas dan Penyeragaman Merek
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa transformasi ini dirancang agar beras milik pemerintah tampil lebih menarik serta mampu bersaing dengan merek-merek beras swasta di pasaran. Dalam skema baru ini, beras SPHP medium akan mengusung nama Beras Kita Medium, didampingi lini Beras Kita Premium.
Kejagung Siapkan Tiga Instrumen Hukum Tangani Kebakaran Hutan

Penamaan "Beras Kita" sengaja diselaraskan dengan pola penamaan produk pangan milik pemerintah yang sudah beredar sebelumnya, seperti Minyakita dan Gula Manis Kita. Kata "Kita" sendiri merupakan singkatan dari Keluarga Indonesia Sejahtera, sehingga Beras Kita Medium memiliki arti beras untuk Keluarga Indonesia Sejahtera. Walaupun identitas merek utama berganti, label SPHP tetap dicantumkan di bagian bawah kemasan dengan ukuran yang lebih kecil.
Ke depan, Bulog menargetkan konsolidasi seluruh distribusi produk berasnya di bawah satu payung jenama, yakni Beras Kita Medium dan Beras Kita Premium.
Mendes Ungkap Ada Desa Tak Punya Tanah Kuburan, Warga Sampai Ditangkap

Stok Kemasan Lama dan Kepastian Harga
Meskipun kemasan baru berwarna biru akan diperkenalkan pada Oktober mendatang, Bulog memastikan beras SPHP dengan kemasan edisi lama tidak akan langsung ditarik dari pasaran. Varian dengan bungkus sebelumnya, seperti Befood dan Punokawan, tetap diperbolehkan beredar sampai seluruh persediaan kemasannya habis terjual.
Pembaruan desain dan perubahan nama merek ini dipastikan tidak akan memengaruhi banderol produk di tingkat konsumen. Harga jual beras subsidi tersebut dipastikan tetap sama seperti ketentuan yang berlaku saat ini.






