Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dijadwalkan bertemu dengan Komnas Perempuan di Jakarta pada Kamis, 13 Agustus 2026. Agenda pertemuan ini mengemuka menyusul timbulnya polemik terkait usulan dari Menteri Pertanian kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) agar Koordinator Wilayah BGN Surabaya, Tiara Devi, diganti dari jabatannya. Langkah tersebut mendapat perhatian publik setelah pernyataan Mentan dalam forum koordinasi memicu tanggapan resmi dari pihak Komnas Perempuan.
Dinamika ini berawal dari gelombang demonstrasi peternak yang berlangsung di berbagai wilayah Indonesia pada hari Senin. Dalam aksi unjuk rasa tersebut, para peternak menyuarakan protes terkait kendala penyerapan hasil produksi mereka. Salah satu tuntutan utama yang diusung oleh para peternak adalah mengenai keengganan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyerap pasokan telur secara langsung dari peternak lokal. Situasi ini berdampak pada harga telur di pasaran yang cenderung turun, sehingga meresahkan para peternak.
Untuk menyikapi aksi protes dan kondisi tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional sebenarnya telah menyetujui surat permintaan dari Menteri Pertanian. Surat tersebut meminta agar seluruh SPPG meningkatkan serapan telur secara langsung dari para peternak demi mendongkrak kembali harga telur yang sedang mengalami penurunan. Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi langkah penyelesaian atas persoalan serapan produksi telur peternak di daerah.
Kadispenal Jelaskan Tujuan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 Melintasi Perairan Sejumlah Negara

Persoalan penyerapan telur ini kemudian dibahas dalam Rapat Koordinasi Peternak yang digelar di Surabaya pada hari Selasa, pasca terjadinya gelombang demonstrasi peternak. Usulan pergantian Tiara Devi sebagai Koordinator Wilayah BGN Surabaya disampaikan langsung oleh Mentan Amran dalam rapat tersebut. Usulan ini muncul setelah terungkap fakta di dalam forum bahwa dari seluruh SPPG yang berada di wilayah Surabaya di bawah tanggung jawab Tiara Devi, belum ada satu pun yang melakukan penyerapan telur dari peternak.
Saat menyampaikan usulan pergantian tersebut dalam forum rapat koordinasi, Mentan Amran kemudian mendapat informasi bahwa Tiara Devi saat ini sedang dalam kondisi hamil. Merespons informasi mengenai kondisi kehamilan tersebut, Mentan Amran menawarkan sebuah opsi alternatif bagi Tiara Devi untuk pindah tugas ke lingkungan Kementerian Pertanian di Jakarta. Dalam penawarannya, Mentan Amran menyiapkan posisi jabatan yang setara atau bahkan lebih tinggi dari jabatannya saat ini, tetapi dengan pertimbangan beban kerja fisik dan psikis yang tidak seberat posisinya sekarang di Surabaya.
Meskipun ditujukan sebagai penawaran alternatif, usulan dan pernyataan Mentan Amran tersebut disoroti oleh Komisioner Komnas Perempuan, Daden Sukendar. Daden Sukendar menilai bahwa pernyataan yang disampaikan oleh Mentan Amran tersebut menjurus pada bentuk stereotip gender. Penilaian dari Komnas Perempuan ini kemudian memicu perbincangan di ruang publik terkait isu gender.
Kejagung Ungkap Kerugian Negara Rp 2 Triliun Akibat Manipulasi Ekspor Pulp PT TPL

Merespons sorotan yang berkembang, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Moch. Arief Cahyono, menyampaikan keterangan tertulis kepada publik pada Rabu, 12 Agustus 2026. Arief menjelaskan bahwa setelah isu ini mencuat, Mentan Amran langsung menelepon pihak Komnas Perempuan untuk meminta maaf dan menjelaskan secara langsung bahwa beliau tidak bermaksud seperti yang dipersepsikan.
Lebih lanjut, Moch. Arief Cahyono menegaskan bahwa pertemuan yang telah dijadwalkan antara Mentan Amran dan Komnas Perempuan pada Kamis, 13 Agustus 2026 di Jakarta bukanlah forum klarifikasi lanjutan. Pertemuan di Jakarta tersebut dipastikan bersifat silaturahmi biasa antara pihak Kementerian Pertanian dan Komnas Perempuan untuk menjaga hubungan baik serta komunikasi antarlembaga pascapenjelasan langsung yang sudah disampaikan sebelumnya.






