Kapal perang TNI Angkatan Laut, KRI I Gusti Ngurah Rai-332, telah menyelesaikan keikutsertaannya dalam latihan militer bertajuk 'EXERCISE ORRUDA' yang diselenggarakan di Vladivostok, Rusia. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan latihan militer tersebut, kapal perang Indonesia ini dijadwalkan untuk melintasi kawasan perairan sejumlah negara sebelum akhirnya tiba kembali di tanah air. Menanggapi pergerakan kapal perang RI yang akan melintasi wilayah perairan beberapa negara sahabat tersebut, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul memberikan penjelasan resmi melalui keterangan tertulis yang dikeluarkan pada Rabu (12/8). Kadispenal menegaskan bahwa lintasan pelayaran yang dilakukan oleh KRI I Gusti Ngurah Rai-332 melintasi perbatasan laut beberapa negara tersebut secara tegas bukan ditujukan sebagai aktivitas latihan tempur.
Pelayaran lintas laut ini dilakukan dalam rangka perjalanan pulang menuju perairan Indonesia dari lokasi pelaksanaan latihan militer. Tempat berlangsungnya 'EXERCISE ORRUDA', yaitu Vladivostok, merupakan wilayah yang terletak di Rusia Timur Jauh, tepatnya berada di sebelah barat Laut Jepang. Dalam perjalanan kembali ke tanah air, KRI I Gusti Ngurah Rai-332 diproyeksikan akan melakukan pelayaran dengan melintasi perairan beberapa negara di kawasan tersebut. Rute pelayaran kapal perang ini bakal melewati perairan Jepang, Korea Selatan, hingga China. Selanjutnya, setelah melewati perairan negara-negara tersebut, kapal akan meneruskan perjalanan melintasi wilayah perairan di kawasan Asia Tenggara, seperti perairan Filipina atau Vietnam, yang penentuannya sangat bergantung pada rute pelayaran yang dipilih.
Pengakuan Juru Kunci Terkait Perusakan Makam Mertua Seniman Djaduk Ferianto

Selama melintasi perairan internasional dan wilayah laut negara-negara tersebut, pergerakan kapal perang Indonesia diisi dengan kegiatan latihan pelintasan atau passing exercise (Passex). Kadispenal Laksamana Pertama Tunggul menjelaskan bahwa passing exercise merupakan sebuah praktik yang sangat lazim dilakukan antar angkatan laut di seluruh dunia ketika sebuah kapal perang melintasi suatu kawasan perairan. Kegiatan pelintasan ini bukanlah sebuah aktivitas yang bersifat pertempuran atau latihan tempur (war fighting). Sebaliknya, pelaksanaan passing exercise merupakan sebuah tradisi angkatan laut (navy) secara universal yang diterapkan apabila suatu kapal perang melintas di wilayah perairan suatu negara tertentu.
Tujuan utama dari pelaksanaan passing exercise ini adalah untuk membangun komunikasi yang efektif, meningkatkan rasa saling percaya (trust), menciptakan hubungan baik, serta memupuk semangat persahabatan antar angkatan laut yang terlibat. Selain itu, passing exercise juga berfungsi sebagai bentuk interaksi goodwill engagement yang umum dilaksanakan oleh militer laut di berbagai belahan dunia. Aktivitas ini menjadi wujud nyata dari persaudaraan angkatan laut (naval brotherhood) serta bentuk pelaksanaan diplomasi maritim yang melekat erat pada peran dan keberadaan kapal perang. Melalui interaksi ini, TNI Angkatan Laut tidak sekadar berlayar melintasi kawasan, melainkan juga mengokohkan diplomasi maritim Indonesia di panggung internasional.
Warga RT 005/RW 02 Petukangan Utara Olah Limbah Botol Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Pelaksanaan kegiatan passing exercise yang menyertai pelayaran KRI I Gusti Ngurah Rai-332 ini sejalan dengan landasan dan prinsip dasar politik luar negeri Indonesia, yaitu politik luar negeri yang bebas dan aktif. Melalui pendekatan diplomasi maritim ini, Indonesia membuka ruang kerja sama, menjalin komunikasi yang intensif, serta membangun kemitraan secara terbuka dan seimbang dengan seluruh negara di dunia. Hal ini dilaksanakan tanpa memihak atau terikat pada salah satu blok kekuatan geopolitik mana pun. Melalui keterangan tertulis yang disampaikan pada Rabu (12/8) tersebut, Kadispenal Laksamana Pertama Tunggul menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut dalam mendukung diplomasi maritim Indonesia sewaktu kapal perang RI berlayar melintasi perairan internasional menuju tanah air.






