Pemerintah Indonesia mengerahkan 52 armada udara untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Agustus 2026 di enam provinsi. Berdasarkan data Sekretariat Negara, sebanyak 30 armada beroperasi di Kalimantan dan 22 lainnya ditempatkan di Sumatera. Operasi udara tersebut banyak ditopang oleh pesawat sewaan dari luar negeri, terbukti dengan terbitnya 35 izin dari Kementerian Perhubungan untuk penggunaan 36 unit helikopter asing yang berasal dari delapan negara.
Ketergantungan terhadap helikopter sewaan memunculkan kembali sorotan mengenai ketersediaan pesawat pemadam karhutla khusus bertipe amfibi. Negara tetangga, Malaysia, telah mengoperasikan pesawat pengebom air khusus jenis Bombardier CL-415MP yang pernah diterbangkan untuk membantu pemadaman karhutla di Sumatera pada 2015.
Spesifikasi dan Kemampuan Pesawat CL-415MP Malaysia
Armada pemadam karhutla milik Malaysia merupakan varian CL-415MP buatan pabrikan asal Kanada. Pesawat ini merupakan hasil pengembangan dari model Canadair CL-215 yang sejak awal dirancang khusus untuk memadamkan kebakaran hutan lewat udara. Pengembangannya berjalan sejak awal 1990-an sebelum akhirnya resmi masuk lini perakitan massal pada 2003.
Secara historis, program manufaktur pesawat ini mengalami beberapa kali pergantian kepemilikan. Canadair mengalihkan kelanjutan produksinya ke Bombardier hingga 2015. Pada 2016, Viking Air mengambil alih lisensi CL-415 dan mengembangkannya menjadi CL-515, yang kemudian bertransformasi menjadi proyek DHC-515 di bawah De Havilland Canada.
Malaysia memiliki dua unit armada CL-415MP bernomor register M71-01 yang diserahkan pada Desember 2008 dan M71-02 yang diterima pada November 2009. Keduanya ditenagai oleh sepasang mesin turboprop Pratt & Whitney PW123AF.
TPA Galuga Bogor Mulai Beroperasi Sebagian Besok Usai Kebakaran

Keunggulan utama pesawat ini terletak pada kemampuannya menyendok air (water scooping) langsung dari permukaan danau, sungai besar, maupun laut. Pesawat mampu mengangkut sekitar 6.137 liter air hanya dalam durasi penyedotan sekitar 12 detik.
Varian MP (Maritime Patrol) milik Malaysia juga tergolong sangat langka di dunia, dengan catatan produksi hanya sekitar tiga unit, dua dioperasikan Malaysia dan satu unit lainnya digunakan oleh Yunani. Selain tangki air, varian ini dibekali instrumen pemantauan seperti radar cuaca, Side Looking Airborne Radar (SLAR), Forward Looking InfraRed (FLIR), direction finder, kamera video, serta sistem pengawasan maritim MSS 6000.
Rekam Jejak Operasional dan Beban Perawatan
Kemampuan penyendokan air berulang terbukti efektif mempercepat frekuensi pengeboman air ke titik api. Saat kebakaran di Kuala Baram pada 2019, Malaysia memanfaatkan aliran Sungai Baram sebagai titik pengisian air yang berdekatan dengan area kebakaran.
Kendati andal memadamkan api, pola operasional CL-415MP menuntut perawatan teknis yang ketat. Catatan dari Aerial Fire Mag menunjukkan bahwa pada tahun pertama operasinya, armada Malaysia membukukan hampir 1.000 kali pendaratan di air. Tingginya frekuensi manuver ini, khususnya saat mengambil air di perairan asin, menimbulkan masalah korosi pada struktur badan pesawat serta komponen mesin.
Pencarian 5 Jurnalis Liputan Gunung Anak Krakatau Dilanjutkan Besok

Kendala logistik juga sempat membatasi kesiapannya. Pada Desember 2010, penghentian kontrak pemeliharaan membuat operasional kedua pesawat CL-415MP Malaysia sempat terhenti selama hampir satu tahun sampai kesepakatan kontrak baru diselesaikan.
Status Pengadaan Pesawat Pemadam Karhutla di Indonesia
Indonesia sendiri sebenarnya telah merintis langkah untuk memiliki armada serupa. Pada Juni 2019, Viking Air mengumumkan tercapainya kesepakatan pembelian pesawat amfibi dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Kesepakatan tersebut mencakup pengadaan satu unit CL-415EAF (Enhanced Aerial Firefighter) dan enam unit CL-515 generasi baru. Jadwal serah terima unit awalnya ditargetkan mulai berjalan pada 2024. Kendati demikian, hingga Agustus 2026, proses serah-terima pesawat pemadam amfibi tersebut ke pihak Indonesia belum terlaksana.






