Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap kebersihan serta keindahan tata kota yang terganggu oleh maraknya pemasangan spanduk dan baliho promosi. Kepala Negara menginginkan jajaran pemerintah pusat maupun pemerintah daerah bergerak aktif menata ruang publik agar lebih asri dan nyaman dipandang.
Arahan tersebut disampaikan Tito di hadapan jajaran kepala daerah dalam acara Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Batch II Regional Kalimantan yang berlangsung di Balikpapan, Kamis (3/9). Tito menjelaskan, Presiden menyoroti visual spanduk-spanduk promosi bergambar di ruang publik yang dinilai mengurangi nilai estetika lingkungan sekitar.
Menurut Tito, spanduk komersial maupun promosi yang berbahan kain serta polivinil klorida (PVC) pada akhirnya kerap berakhir menjadi timbulan sampah. Pemerintah daerah pun didorong untuk menertibkan media luar ruang tersebut, salah satunya melalui penegakan maupun penerbitan peraturan daerah (perda).
BGN Batalkan Pengadaan LED Rp535 Miliar, Ini Alasannya

Sebagai perbandingan, Tito mencontohkan kondisi di berbagai negara maju yang tidak lagi membiarkan spanduk-spanduk fisik terpasang di sepanjang jalan umum. Promosi luar ruang di negara-negara tersebut umumnya telah beralih ke media digital videotron dengan titik penempatan yang diatur ketat oleh pemerintah setempat.
Selain penertiban media promosi visual, pemerintah pusat turut mendorong pemda mengoptimalkan tata kelola sampah dari hulu, termasuk skala rumah tangga, hingga hilir. Pendekatan pengelolaan sampah ditekankan pada prinsip reduce, recycle, dan reuse guna menekan beban pembuangan akhir.
100 Pelajar SD-SMA di Nganjuk Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG

Isu lingkungan hidup ini juga menjadi bagian dari penilaian ajang Apresiasi Pemda Berprestasi pada kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri. Ajang yang diselenggarakan oleh Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) atas mandat Kementerian Dalam Negeri tersebut memberikan penghargaan kategori lingkungan kepada Kabupaten Tana Tidung, Kota Bontang, dan Provinsi Kalimantan Selatan. Secara keseluruhan, sebanyak 32 pemerintah daerah tingkat kabupaten, kota, dan provinsi menerima apresiasi dalam perhelatan tersebut.






