Pasar modal Indonesia berpeluang mencatatkan penguatan signifikan menjelang penutupan tahun 2026. Mandiri Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang menembus level 7.500 pada skenario optimistis atau bull case, meski perkiraan dasar (base case) menempatkan indeks di kisaran level 6.800 pada akhir tahun.
Head of Equity Research Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat menjelaskan bahwa skenario penguatan IHSG hingga level 7.500 membutuhkan sejumlah prasyarat makro. Menurutnya, potensi tersebut sangat bergantung pada percepatan perbaikan premi risiko ekuitas (equity risk premium) yang tecermin dari penurunan tingkat suku bunga bebas risiko (risk-free rate).
Optimisme pergerakan indeks ditopang oleh kinerja fundamental emiten yang tetap solid serta potensi pemulihan arus modal asing pada semester II-2026. Kresna menilai tekanan yang membayangi pasar saham domestik sepanjang semester I-2026 lebih banyak dipicu oleh dinamika arus dana dan sentimen pasar global, bukan karena pemburukan kinerja korporasi.
BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 T, Kredit Harus Mengalir ke UMKM

Sinyal perbaikan arus modal mulai terlihat dari penurunan nilai penjualan bersih investor asing (net foreign outflow) pada Juli dan Agustus 2026. Kendati secara akumulasi tahun berjalan (year-to-date) dana asing yang keluar dari pasar saham masih tergolong besar, tren perlambatan arus keluar tersebut membuka ruang bagi pemulihan lanjutan.
Kinerja keuangan emiten tercatat menjadi bantalan utama stabilitas pasar. Pada semester I-2026, rata-rata pertumbuhan laba bersih emiten mencapai sekitar 12%. Pertumbuhan ini dinilai semakin merata dan tidak hanya bertumpu pada sektor perbankan, melainkan turut didorong oleh sektor sumber daya alam, telekomunikasi, otomotif, kesehatan, serta minyak dan gas.
Restrukturisasi Obligasi PTPP Ditolak, Tenor Tak Jadi Diperpanjang

Selain IHSG, Mandiri Sekuritas memproyeksikan indeks IDX80 masih memiliki potensi kenaikan sekitar 8% hingga 10% menuju level 107. Penguatan tersebut didukung oleh estimasi pertumbuhan laba per saham (earnings per share/EPS) yang stabil di kisaran 11%.
Untuk strategi investasi pada paruh kedua tahun 2026, Mandiri Sekuritas menyoroti beberapa sektor saham yang dinilai memiliki prospek atraktif, meliputi komoditas emas, tembaga dan nikel, minyak dan gas, kesehatan, tembakau, telekomunikasi, serta sektor keuangan.






