Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengimbau jajaran pemerintah daerah di wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau untuk meningkatkan kewaspadaan. Pemda diminta terus memantau perkembangan di lapangan serta menyiapkan langkah respons cepat guna mengantisipasi potensi eskalasi dampak erupsi.
Arahan tersebut disampaikan Tito dalam konferensi pers daring bertajuk Menjaga Keberlangsungan Layanan Pemerintah dan Pendidikan di Wilayah Terdampak Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau dari Jakarta, Minggu (6/9). Adapun sebaran abu vulkanik dari aktivitas vulkanik tersebut tercatat melanda sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, hingga Sumatra Selatan.
Tito menekankan pentingnya kesiapsiagaan di tingkat kabupaten dan kota tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Menurutnya, koordinasi informasi berjenjang dari tingkat provinsi ke daerah telah berjalan untuk memastikan situasi tetap terkendali.
Kecelakaan Maut di Tol Jombang-Mojokerto, 4 Tewas 7 Luka

Selain memantau situasi secara berkala, Pemda didorong menyesuaikan penyelenggaraan layanan publik dengan tingkat keparahan dampak di wilayah masing-masing. Terkait perlindungan kesehatan, masyarakat diimbau menjaga sistem pernapasan dan mata menggunakan masker serta kacamata pelindung jika diperlukan. Untuk mendukung hal ini, Pemda diminta mendistribusikan masker ke kantong-kantong permukiman yang terdampak abu vulkanik.
Di sektor perhubungan, Tito meminta operasional layanan transportasi lokal yang berada di bawah kewenangan daerah鈥攂aik jalur darat, laut, sungai, maupun danau鈥攄isesuaikan secara fleksibel dengan jarak pandang dan kondisi riil di lapangan agar tidak membahayakan mobilitas warga.
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Pengeroyokan Pedagang Kaca di Pejompongan

Sementara untuk sektor pendidikan, kelangsungan kegiatan belajar mengajar diserahkan pada kebijakan masing-masing pemerintah daerah. Jika parameter keselamatan masih memadai, aktivitas pembelajaran dapat tetap berlangsung di dalam ruang kelas dengan membatasi kegiatan luar ruangan sembari mengawasi arah sebaran abu.
Mendagri juga mengingatkan warga untuk mematuhi rekomendasi keselamatan dengan tidak mendekati area kawah Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer. Masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan diminta hanya merujuk pada informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta otoritas terkait lainnya guna menghindari simpang siur kabar tak terverifikasi.






