Kegiatan ekspor kelapa sawit beserta produk turunannya melalui kawasan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, menunjukkan volume dan nilai yang sangat signifikan. Berdasarkan data hingga saat ini pada tahun 2026, KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun berhasil mencatat penerimaan negara yang mencapai angka sekitar Rp1,74 triliun. Angka penerimaan yang fantastis ini sepenuhnya berasal dari aktivitas ekspor komoditas kelapa sawit dan turunannya. Bagi para pelaku usaha atau eksportir yang berencana untuk memulai atau meningkatkan volume pengiriman komoditas sawit dari wilayah Pangkalan Bun, mengelola alur logistik dan ketentuan kepabeanan menjadi langkah krusial yang harus dipersiapkan dengan matang.
Langkah pertama yang harus dilakukan oleh eksportir adalah menghitung dan mempersiapkan kewajiban finansial yang ditetapkan oleh negara. Penerimaan negara dari sektor ini bersumber dari dua komponen utama, yaitu bea keluar dan dana sawit yang dipungut atas ekspor komoditas tersebut. Kepala Kantor Wilayah








