Proyek LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome menuju Manggarai resmi memulai uji coba operasional terbatas pada Kamis (10/9/2026). Proyek jalur transportasi massal bernilai investasi Rp4,1 triliun ini digarap oleh kontraktor BUMN PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebagai bagian dari perluasan jaringan transit terpadu di ibu kota.
Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko, menyatakan bahwa seluruh rangkaian konstruksi fisik telah selesai dan melewati serangkaian pengujian teknis. Pengerjaan lintasan ini juga menorehkan pencapaian 7,5 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan kerja (lost time injury), memperkuat pengalaman perseroan yang telah beroperasi selama lebih dari 65 tahun di bidang infrastruktur.
Gibran Tinjau Penanganan Kebakaran Hutan di 3 Provinsi Kalimantan

Lintasan LRT Jakarta Fase 1B membentang sepanjang 6,4 kilometer dan dilengkapi lima stasiun baru, yakni Stasiun Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai. Khusus di Stasiun Manggarai, jalur ini terkoneksi langsung dengan moda transportasi publik lainnya, mencakup KRL Commuter Line, Transjakarta, serta layanan kereta bandara menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Jadwal dan Skema Uji Coba LRT Fase 1B
Pelaksanaan uji coba operasional LRT Jakarta Fase 1B dibagi ke dalam tiga periode bertahap sebelum beroperasi komersial penuh:
Purbaya, Anggaran Buka Rekening 200 Juta Warga Belum Final

- Periode Pertama (10–16 September 2026): Akses uji coba dibuka khusus untuk kalangan undangan, termasuk perwakilan warga, instansi atau lembaga, pemengaruh (Key Opinion Leader), dan jurnalis.
- Periode Kedua (17 September–2 Oktober 2026): Layanan beroperasi selama tujuh jam setiap hari pada pukul 09.00–16.00 WIB. Tahap ini dapat diakses oleh masyarakat umum dan komunitas yang telah melakukan registrasi terlebih dahulu.
- Uji Coba Umum (12 Oktober–30 November 2026): LRT Jakarta beroperasi penuh selama 17 jam setiap hari mulai pukul 05.30 hingga 00.20 WIB. Seluruh stasiun akan difungsikan secara aktif tanpa batasan kuota penumpang maupun kewajiban registrasi.
Selain mengurai beban kemacetan dan meningkatkan konektivitas antarmoda, kehadiran rute LRT Jakarta Velodrome–Manggarai ini ditujukan untuk menekan emisi karbon perkotaan demi mendukung target Net Zero Emission pemerintah.






