Peristiwa ledakan yang diduga dipicu kebocoran tabung gas menghanguskan sebuah rumah di Kampung Pulo Kapuk, RT 01/RW 05, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Insiden tersebut mengakibatkan enam orang dalam satu keluarga menderita luka bakar, dengan dua di antaranya meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Peristiwa tragis ini bermula sekitar pukul 04.00 WIB saat salah seorang anggota keluarga, Enah, tengah beraktivitas di dapur untuk memasak dan menghangatkan nasi. Ketika menyadari adanya indikasi kebocoran pada tabung gas, Enah sempat meminta bantuan menantunya untuk memeriksa serta mengganti tabung tersebut sebelum ledakan akhirnya terjadi.
Dua korban yang meninggal dunia adalah Deni Setiawan (36) dan anaknya, Raihan Alfarizky (7). Keduanya mengembuskan napas terakhir di RSUD Kabupaten Bekasi akibat menderita luka bakar sangat parah yang mencapai lebih dari 90 persen di sekujur tubuh.
Polisi Ungkap Kasus 5,2 Kg Sabu di Jakbar, 2 Pelaku Ditangkap

Selain kedua korban jiwa, empat korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan terpisah. Enah saat ini dirawat di ruang ICU RSUD Kabupaten Bekasi dengan tingkat luka bakar sekitar 90 persen. Di rumah sakit yang sama, Amelya Putri menjalani perawatan rawat inap akibat luka bakar di bagian kaki dan tangan dengan luasan di bawah 50 persen.
Sementara itu, dua korban lain, yakni Buyin serta remaja berusia 15 tahun bernama Aisah, dilarikan ke Rumah Sakit Sentra Medika. Aisah tercatat mengalami luka bakar pada kedua bagian kakinya.
Kondisi Sungai Cisadane Dampak Kemarau, Ini Imbauan untuk Warga

Saat ini, insiden ledakan gas yang menewaskan ayah dan anak tersebut tengah ditangani secara intensif oleh jajaran Polsek Cikarang Utara bersama Polres Metro Bekasi guna memastikan penyebab pasti kebocoran.






