PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) membukukan lonjakan kinerja keuangan signifikan pada paruh pertama tahun ini. Emiten tambang emas tersebut mencatatkan laba periode berjalan sebesar US$81,46 juta pada semester I-2026, melonjak 134,05% dibandingkan perolehan pada semester I-2025 yang sebesar US$34,80 juta.
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan melesat 132,80% menjadi US$80,25 juta, naik tajam dari US$34,47 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan laba bersih perseroan ditopang oleh kinerja pendapatan yang melonjak 67,48%. Sepanjang enam bulan pertama 2026, pendapatan ARCI tercatat mencapai US$322,28 juta, naik dari US$192,43 juta pada semester I-2025.
Pertamina Kejar Seluruh SPBU Salurkan B50 pada Akhir September

Kenaikan pendapatan tersebut turut diiringi kenaikan beban pokok penjualan sebesar 53,70% menjadi US$176,27 juta dari posisi sebelumnya US$114,69 juta. Meski beban pokok meningkat, perseroan tetap membukukan kenaikan laba bruto sebesar 87,82% menjadi US$146 juta dibandingkan semester I-2025 yang tercatat US$77,73 juta.
Kinerja Operasional dan Posisi Aset
Pada pos beban operasional, ARCI mencatat beban penjualan sebesar US$308,9 ribu atau naik 47,78% dari US$209 ribu. Beban umum dan administrasi juga meningkat 37,54% menjadi US$7,03 juta dari sebelumnya US$5,11 juta pada semester I-2025.
Di sisi lain, pendapatan operasi lainnya melonjak 209,15% menjadi US$8,28 juta dari US$2,68 juta. Sementara itu, beban operasi lainnya berhasil ditekan 14,70% menjadi US$985 ribu dari sebelumnya US$1,15 juta pada periode yang sama tahun lalu. Laba usaha ARCI pada semester I-2026 pun terkerek 97,41% menjadi US$145,96 juta dibandingkan US$73,93 juta pada semester I-2025.
Inalum Raih Peringkat BBB- Outlook Stabil dari S&P Global Ratings

Perseroan membukukan laba sebelum beban pajak penghasilan sebesar US$129,4 juta, naik 128,10% dari US$56,7 juta pada semester I-2025. Kenaikan laba sebelum pajak ini diikuti oleh lonjakan beban pajak penghasilan sebesar 118,66% menjadi US$47,93 juta dari sebelumnya US$21,92 juta.
Dari sisi neraca keuangan, total aset Archi Indonesia hingga akhir semester I-2026 tercatat sebesar Rp 1,07 miliar, naik dibandingkan posisi akhir tahun 2025 yang sebesar Rp 1,02 miliar.






