Kinerja keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau yang lebih dikenal dengan nama bank bjb menunjukkan pertumbuhan yang positif pada paruh pertama tahun ini. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, bank bjb berhasil mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 783 miliar pada semester I 2026. Pencapaian ini menandai adanya lonjakan yang signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba bersih tersebut tercatat mencapai 58,8 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Jika melihat secara keseluruhan, laba tahun berjalan secara konsolidasian yang diraih oleh perusahaan perbankan ini mencapai Rp 992 miliar. Nilai tersebut mencakup laba yang diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali sebesar Rp 209 miliar, di samping laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk. Corporate Secretary bank bjb, Irwan Riswandi, dalam keterangannya di Jakarta pada hari Kamis, menyampaikan bahwa perseroan berupaya menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat, berkualitas, dan berkelanjutan. Langkah ini dilakukan di tengah berbagai dinamika ekonomi serta tantangan yang ada di industri perbankan nasional maupun di wilayah operasional utamanya seperti Jawa Barat dan Banten.








