berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Internasional

Krisis Perbatasan Ceuta, Mengapa Puluhan Ribu Imigran Maroko Menyeberang ke Spanyol

Usat BalangDiterbitkan 1 Agu 2026 - 13.18 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Krisis Perbatasan Ceuta, Mengapa Puluhan Ribu Imigran Maroko Menyeberang ke Spanyol
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Wilayah Ceuta, yang merupakan bagian dari teritori Spanyol di kawasan Afrika Utara, kini tengah menjadi pusat perhatian akibat krisis perbatasan yang melibatkan puluhan ribu orang. Lonjakan arus imigran berskala besar dari Maroko menuju wilayah tersebut telah memicu ketegangan yang signifikan. Peristiwa ini tidak hanya menyoroti masalah keamanan perbatasan, tetapi juga memunculkan berbagai laporan mengenai dugaan keterlibatan aparat penegak hukum setempat dalam mengarahkan pergerakan massa. Untuk memahami situasi ini secara menyeluruh, penting untuk melihat kronologi kejadian, kesaksian dari para imigran yang terlibat, serta langkah-langkah penanganan yang diambil oleh otoritas terkait guna mengatasi krisis kemanusiaan dan diplomatik di wilayah tersebut.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Eskalasi krisis perbatasan ini mulai melonjak tajam sejak hari Kamis. Pada saat itu, ribuan pemuda Maroko dilaporkan berkumpul di sepanjang garis perbatasan yang memisahkan Maroko dan Ceuta. Gelombang kedatangan ini mencapai puncaknya dengan angka yang sangat mengejutkan. Wali Kota Ceuta, Juan Jesus Vivas, mengonfirmasi bahwa eksodus massal tersebut mencatatkan lonjakan yang sangat drastis. Berdasarkan data yang disampaikannya, sedikitnya 60.000 orang tercatat telah memasuki Ceuta dari wilayah Maroko hanya dalam kurun waktu satu hari. Sayangnya, upaya penerobosan perbatasan ini berujung pada tragedi kemanusiaan yang memilukan, di mana sekurangnya 57 imigran dilaporkan tewas saat berupaya menembus masuk ke wilayah Spanyol tersebut.

Di tengah krisis yang sedang berlangsung, muncul berbagai laporan yang saling bertolak belakang mengenai tindakan pihak berwenang Maroko. Sebelumnya, laporan dari media Spanyol, Cadena SER, menyebutkan bahwa kepolisian Maroko sempat mengambil tindakan tegas. Mereka dilaporkan menggunakan gas air mata dan meriam air guna membubarkan kerumunan massa yang berupaya menerobos wilayah Ceuta. Namun, narasi ini berbanding terbalik dengan laporan yang diterbitkan oleh The New York Times pada hari Jumat. Sejumlah imigran yang tiba di Ceuta justru mengeklaim bahwa pihak berwenang Maroko secara sengaja membantu serta mengarahkan mereka untuk menyeberangi perbatasan menuju teritori Spanyol.

Baca Juga

Google Tarik Fitur AI Google Earth, Seberapa Bahaya Gambar Rekayasanya

Google Tarik Fitur AI Google Earth, Seberapa Bahaya Gambar Rekayasanya

Klaim mengenai keterlibatan aparat tersebut diperkuat oleh sejumlah kesaksian langsung dari para imigran yang berhasil melintasi perbatasan. Salah seorang imigran bernama Ajoub El-Arrot menyatakan bahwa penjagaan di perbatasan seolah dilonggarkan. Ia menyebutkan bahwa petugas membuka perbatasan dan membolehkan semuanya lewat begitu saja. Keterangan senada juga diungkapkan oleh imigran lainnya, Youssef Alaoui. Ia menjelaskan bahwa pada saat rombongannya mulai mendekati kawasan perbatasan Ceuta, aparat kepolisian Maroko justru diduga mengarahkan kelompok tersebut ke jalur yang tepat untuk masuk. Kesaksian lain datang dari Mohammed Ahmidho, yang mengaku baru mengetahui adanya pergerakan massa menuju Ceuta melalui informasi yang beredar di media sosial. Saat berada di lokasi, ia mengeklaim bahwa petugas penegak hukum Maroko diduga menyuruhnya untuk segera datang ke Spanyol.

Meskipun berhasil menyeberang, realitas yang dihadapi oleh para imigran di Ceuta ternyata jauh dari harapan, sehingga memicu gelombang kepulangan secara besar-besaran. Ketiadaan fasilitas dasar membuat banyak dari mereka kesulitan untuk bertahan hidup. Sebagai contoh, Mohammed Ahmidho akhirnya memilih untuk balik kanan dan kembali ke Maroko. Keputusan ini diambil lantaran ia gagal mendapatkan makanan, pasokan air bersih, maupun tempat perlindungan yang layak selama berada di Ceuta. Situasi serupa dialami oleh puluhan ribu orang lainnya. Berdasarkan laporan yang ada, sekitar 48.300 orang telah dikembalikan oleh otoritas atau secara sukarela memilih pulang kembali ke Maroko setelah menyadari kondisi yang tidak memungkinkan di wilayah kantong tersebut.

Baca Juga

Krisis Perbatasan Ceuta, Mengapa Puluhan Ribu Migran Menerobos Masuk ke Spanyol?

Krisis Perbatasan Ceuta, Mengapa Puluhan Ribu Migran Menerobos Masuk ke Spanyol?

Menghadapi lonjakan yang tidak terkendali ini, pemerintah Spanyol segera mengambil serangkaian tindakan darurat untuk mengendalikan situasi. Spanyol memutuskan untuk memperketat keamanan di seluruh titik perbatasan setelah puluhan ribu migran dari Maroko memasuki Ceuta. Selain itu, pemerintah Spanyol juga secara resmi menutup pos perbatasan Beni Ansar yang terletak di Melilla. Penutupan ini dilakukan setelah adanya upaya penerobosan massal serupa oleh kelompok imigran dari Maroko. Di tingkat regional, Spanyol dan Uni Eropa sepakat untuk mempercepat proses pemulangan massal para imigran sekaligus mempercepat pembongkaran jaringan penyelundup yang diduga memanfaatkan situasi ini. Untuk memastikan efektivitas langkah tersebut, Spanyol dan Maroko juga memperkuat koordinasi bilateral demi mewujudkan deportasi segera bagi para imigran ilegal yang masih berada di Ceuta.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

MarokoCeutaSpanyolImigranKrisis Perbatasan

Berita Terbaru Lainnya

Merencanakan Perjalanan ke Ujung Timur Jawa Melalui Tol Prosiwangi Tahap 1Daftar Harga BBM Nonsubsidi Pertamina, Shell, Vivo, dan BP per 1 Agustus 2026Pemasangan Pagar Tinggi di Pusat Perbelanjaan Jakarta, Penjelasan Pengelola dan Respons GubernurLangkah Tepat Menyikapi Status UMA BEI pada Saham DEWI, GULA, dan MDIAMemahami Dampak Era Suku Bunga Tinggi Global dan Respons Bank IndonesiaAturan dan Konsekuensi Keterlambatan Laporan Keuangan Emiten di Bursa Efek IndonesiaBadan Gizi Nasional Siap Jalankan Program Makan Bergizi Gratis Menyusul Putusan MKAntisipasi Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah Saat Menembus Level Rp18.100

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

1 Agu 2026

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

Hukum

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

1 Agu 2026

Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MK

Nasional

Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MK

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  3. 3Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  4. 4Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab SaudiEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan HukumnyaHukum 路 1 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap