Kualitas udara di sejumlah kawasan DKI Jakarta mulai menunjukkan perbaikan setelah langkah penyiraman jalan dan penyemprotan air dilakukan secara serentak untuk mengendalikan endapan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Berdasarkan hasil pemantauan pada 6–7 September 2026, perubahan paling kentara terlihat pada konsentrasi PM10. Wilayah dengan tingkat PM10 tinggi yang sebelumnya tersebar luas di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan kini cakupannya terpantau semakin menyempit.
Selain partikel PM10, pemantauan tersebut mendapati pengurangan area dengan konsentrasi PM2.5 tinggi di sebagian wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Timur. Kendati demikian, pemulihan belum terjadi di semua titik. Kawasan Jakarta Barat seperti Kembangan dan Kebon Jeruk dinilai masih memerlukan perhatian lebih, sementara kondisi sulfur dioksida (SO₂) di udara ibu kota juga belum memperlihatkan perbaikan secara merata.
55 WN Cina Ditangkap Imigrasi di BSD terkait Izin Tinggal

Penyiraman permukaan difokuskan untuk membasahi abu vulkanik yang mengendap di aspal jalan dan ruang terbuka. Upaya pembasahan ini ditujukan guna mencegah partikel debu halus kembali terangkat ke udara akibat embusan angin maupun gesekan laju kendaraan bermotor.
Sebelumnya, penyemprotan water mist berskala besar digencarkan di lintasan jalan protokol lima wilayah kota administrasi. Ruas yang menjadi sasaran penyiraman meliputi kawasan Monas, Jalan M.H. Thamrin–Jenderal Sudirman, Jalan Yos Sudarso, Jalan Gunung Sahari, Jalan Pluit, Jalan HR Rasuna Said, Jalan M.T. Haryono, Slipi, hingga Tomang.
Prabowo, Kebakaran Dekat IKN Harus Diperhatikan!

Operasi pembersihan abu vulkanik ini melibatkan armada lintas instansi Pemprov DKI Jakarta. Gulkarmat DKI mengoperasikan 14 unit water mist di tujuh titik dengan dukungan 70 personel, di mana setiap dua unit disokong kapasitas tangki 10.000 liter. Dinas Lingkungan Hidup mengerahkan satu unit water mist mobile berkapasitas 1.000 liter beserta dua tangki air berdaya tampung masing-masing 5.000 liter. Sementara itu, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota turut memperkuat penanganan dengan menurunkan 77 unit tangki siram dan 144 personel ke berbagai koridor jalan.






