Bagaimana cara memastikan lintasan jalan bebas hambatan tetap aman dan nyaman saat dilalui kendaraan setiap hari? Pertanyaan ini kerap muncul di benak pengguna jalan tol yang mengkhawatirkan kondisi permukaan jalan yang rusak atau berlubang. Melalui berbagai upaya pemeliharaan rutin, Komitmen Jasa Marga Pastikan Keamanan & Keselamatan Perjalanan diwujudkan secara nyata di lapangan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Mengapa perbaikan dan pemeliharaan jalan tol harus terus berjalan secara berkala? Jalan tol di Indonesia secara terus-menerus menerima beban lalu lintas yang sangat tinggi setiap harinya. Selain volume kendaraan yang padat, keberadaan kendaraan dengan muatan berlebih atau Over Dimension Overloading (ODOL) menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat penurunan kualitas serta memperpendek umur layanan perkerasan jalan. Oleh karena itu, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) melalui anak usahanya, PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM), terus melanjutkan pekerjaan preservasi di sejumlah ruas jalan tol. Langkah preservasi ini dilakukan demi menjaga kondisi perkerasan jalan tol agar tetap memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang telah ditetapkan.
Profil Natalie Harp, Mantan Presenter TV yang Kini Ramai Dibahas Media AS

Bagaimana aturan hukum yang mendasari aktivitas preservasi jalan tol ini? Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa dalam melaksanakan pemeliharaan ini, keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas utama. Kegiatan preservasi jalan tol wajib memperhatikan keselamatan serta kelancaran arus lalu lintas. Hal ini sejalan dengan amanat regulasi yang berlaku, tepatnya merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2024 tentang Jalan Tol Pasal 88 ayat (3). Aturan ini menegaskan bahwa segala bentuk pemeliharaan tidak boleh mengabaikan keselamatan dan kelancaran arus kendaraan yang melintas.
Kapan waktu pengerjaan perbaikan jalan tol ini biasanya dilakukan agar tidak mengganggu arus lalu lintas? Untuk meminimalkan potensi kemacetan dan gangguan bagi para pengendara, mayoritas pekerjaan preservasi jalan tol dilaksanakan pada malam hingga dini hari. Pemilihan waktu ini sengaja dilakukan karena volume lalu lintas pada jam-jam tersebut relatif lebih rendah dibandingkan siang hari. Dengan demikian, pekerja dapat melakukan perbaikan jalan secara optimal tanpa menimbulkan antrean kendaraan yang panjang.
Perampokan Toko Emas di Genting Highlands, Pelaku Gasak Rp 7,46 Miliar dalam Dua Menit

Apa yang harus dilakukan pengguna jalan jika mengalami kendala atau membutuhkan informasi darurat? Guna mengantisipasi situasi yang tidak terduga selama masa pengerjaan, petugas operasional disiagakan selama 24 jam penuh untuk memastikan respons cepat terhadap setiap kondisi darurat di lapangan. Selain itu, bagi masyarakat yang membutuhkan informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas atau ingin melaporkan keluhan terkait jalan tol, Jasa Marga menyediakan akses komunikasi yang mudah. Pengguna jalan tol dapat mengakses aplikasi Travoy atau langsung menghubungi Call Center di nomor 133 untuk mendapatkan bantuan secara cepat.






