Pendidikan tinggi sering kali membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun, tantangan finansial tersebut berhasil diatasi oleh Dana Brata Fitriawan Kusuma, seorang pemuda berusia 24 tahun yang berhasil menyelesaikan pendidikannya di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Dana merupakan lulusan program studi Teknik Manufaktur yang membiayai seluruh perkuliahannya secara mandiri melalui usaha restorasi sepeda motor. Usaha yang diberi nama Bengkel Bebek Restorasi ini berlokasi di Kalurahan Sidoarum, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman. Bengkel ini terbukti mampu mengembalikan kondisi kendaraan lawas, salah satunya Honda Astrea Grand berwarna hijau, hingga kembali mengilap layaknya motor baru. Kini, bengkel tersebut tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi Dana, tetapi juga berhasil membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.
Perjalanan wirausaha Dana dimulai pada tahun 2018 ketika ia masih menempuh pendidikan di SMK Negeri 3 Yogyakarta. Berbekal ilmu dasar perbengkelan yang diperoleh dari sang ayah, Dana memberanikan diri untuk membuka jasa restorasi motor lawas. Keputusan untuk fokus pada motor lawas diambil karena sejalan dengan hobinya sekaligus melihat peluang pasar yang terus berkembang. Pada awal berdiri, usaha ini berjalan dengan fasilitas yang sangat terbatas. Ia hanya memanfaatkan sebuah garasi kecil di samping rumahnya yang berukuran 4x5 meter. Garasi tersebut ia bangun dan besarkan secara perlahan agar cukup untuk menampung banyak motor yang direstorasi. Pelanggan pertamanya adalah anggota keluarganya sendiri. Berkat hasil kerja yang memuaskan, usahanya mulai merambah ke motor milik teman-temannya, dan terus menyebar dari mulut ke mulut.
Pada tahun 2021, Dana mulai menempuh pendidikan tinggi di UNY. Tahun tersebut menjadi masa yang penuh tantangan sekaligus duka mendalam bagi dirinya, karena sang ibu meninggal dunia akibat pandemi. Kehilangan tersebut justru memacu tekad Dana untuk menyelesaikan kuliahnya. Ia selalu mengingat pesan almarhumah ibunya. Sang ibu sempat merasa khawatir Dana akan terlena dengan kesenangannya menekuni hobi otomotif setelah lulus SMK, sehingga melupakan cita-cita untuk melanjutkan kuliah. Pesan dan harapan sang ibu itulah yang menjadi motivasi utama Dana untuk terus berjuang membagi waktu antara menjalankan bengkel dan menyelesaikan pendidikan.
Ahli Ungkap Penyebab Gempa 5,9 M di Kepulauan Seribu Terasa hingga Sumatera

Selama menjalani masa perkuliahan, Dana membiayai seluruh kebutuhan pendidikannya murni dari pendapatan usahanya. Ia mengaku tidak pernah meminta uang sepeser pun kepada sang ayah untuk urusan biaya pendidikannya. Kemandirian ini ia pertahankan hingga akhirnya ia berhasil meraih gelar sarjana. Dedikasi Dana terhadap dunia otomotif juga tecermin dalam pencapaian akademisnya di kampus. Saat menyusun tugas akhir atau skripsi, ia mengangkat tema perancangan produk otomotif yang masih berkaitan erat dengan dunia perbengkelan. Langkah ini membantunya menyelaraskan teori manufaktur yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik langsung yang ia kerjakan sehari-hari di bengkelnya.
Seiring berjalannya waktu, usaha yang berawal dari garasi kecil itu terus berkembang. Bengkel Bebek Restorasi kini telah mempekerjakan lima orang karyawan. Dalam menjalankan operasionalnya, bengkel ini menerapkan sistem pemesanan atau reservasi. Hal ini dikarenakan kapasitas pengerjaan yang terbatas, di mana mereka hanya mampu merestorasi empat hingga lima unit sepeda motor setiap bulannya. Proses restorasi dilakukan secara menyeluruh dan membutuhkan ketelitian tinggi. Semua komponen unit motor dibongkar total, mulai dari baut, mesin, hingga sistem kelistrikan, untuk kemudian diberikan perawatan ulang. Oleh karena itu, pengerjaan satu unit motor membutuhkan waktu minimal satu bulan.
Sempat Tak Beroperasi Usai Gempa, KRL Kembali Buka Kecuali Lintas Tangerang

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Dana dalam merestorasi motor lawas adalah mencari suku cadang asli. Mengingat suku cadang motor lawas sudah tidak lagi diproduksi dan tidak tersedia di pasaran, proses pencarian barang orisinal tersebut menjadi sulit dan membutuhkan biaya yang cukup mahal. Untuk tarif restorasi, biaya yang dikenakan mulai dari Rp10 juta per unit, yang sudah mencakup biaya jasa pengerjaan dan penyediaan suku cadang. Kualitas hasil kerja Dana telah diakui secara luas, terbukti dari pelanggannya yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, hingga Riau. Ke depan, Dana berharap bengkelnya dapat terus berkembang menjadi lebih besar, mampu menjangkau lebih banyak kebutuhan para penghobi motor lawas, serta membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya dengan sistem yang profesional.






