berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPopuler
Beranda/Internasional

Kerja Sama Nuklir Sipil Amerika Serikat dan Arab Saudi serta Dinamika Geopolitik Global

Usat BalangDiterbitkan 30 Jul 2026 - 05.38 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kerja Sama Nuklir Sipil Amerika Serikat dan Arab Saudi serta Dinamika Geopolitik Global
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Dunia internasional terus menyoroti dinamika kebijakan energi dan teknologi nuklir yang melibatkan negara-negara besar. Perhatian utama saat ini tertuju pada pelonggaran aturan ketat yang dikenal sebagai standar emas dalam kerja sama nuklir sipil.

Apa yang dimaksud dengan standar emas dalam kerja sama nuklir sipil Amerika Serikat?

Standar emas adalah syarat mutlak dari Amerika Serikat bagi negara mana pun yang ingin menjalin kerja sama teknologi nuklir sipil. Aturan ini mewajibkan negara mitra untuk tidak memperkaya uranium maupun memproses ulang sisa bahan bakar nuklir di wilayah mereka. Uni Emirat Arab menyetujui ketentuan ini pada 2009, yang berujung pada ketergantungan total negara tersebut terhadap pasokan bahan bakar nuklir dari pihak luar.

Mengapa kesepakatan Amerika Serikat dan Arab Saudi menjadi sorotan?

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Amerika Serikat dan Arab Saudi telah menyepakati Perjanjian 123 yang bertujuan membangun kemitraan energi dan ekonomi jangka panjang. Namun, kesepakatan ini berpotensi memberikan celah bagi Riyadh untuk melakukan pengayaan uranium di wilayahnya sendiri. Pemerintahan Donald Trump beralasan bahwa langkah ini diambil demi memperkuat kerja sama ekonomi, membuka lapangan kerja bernilai tinggi di industri nuklir Amerika Serikat, dan mencegah Arab Saudi berpaling ke Rusia atau Tiongkok untuk kebutuhan reaktor nuklirnya.

Baca Juga

Mengukur Dampak Program Golden Visa dan Evaluasi Kebijakan Bebas Visa di Indonesia

Mengukur Dampak Program Golden Visa dan Evaluasi Kebijakan Bebas Visa di Indonesia

Apa syarat politik dalam kesepakatan nuklir sipil tersebut?

Donald Trump menyatakan bahwa kelanjutan kerja sama nuklir sipil ini bergantung pada kesediaan Riyadh mengakui Israel melalui Abraham Accords. Sebaliknya, Riyadh bersikeras bahwa normalisasi hubungan dengan Israel hanya akan terjadi jika terdapat langkah konkret menuju pembentukan negara Palestina.

Apakah ada negara lain yang pernah mendapat pengecualian serupa?

Pengecualian dalam kerja sama nuklir sipil pernah terjadi pada 2008 ketika Amerika Serikat memberikan kelonggaran khusus kepada India. Meskipun India tidak menandatangani Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (NPT), Washington tetap menjalin kerja sama karena menganggap New Delhi sebagai kekuatan penting untuk mengimbangi pengaruh Tiongkok.

Baca Juga

Evaluasi Performa PSMS Medan Setelah Laga Kontra Persebaya di Piala Presiden 2026

Evaluasi Performa PSMS Medan Setelah Laga Kontra Persebaya di Piala Presiden 2026

Bagaimana dengan perkembangan nuklir di Iran dan Korea Utara?

Di Timur Tengah, Washington menduga Iran memiliki fasilitas nuklir bawah tanah baru di kawasan Gunung Pickaxe. Sementara itu, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan bahwa program nuklir Angkatan Laut mereka berjalan lancar dan menargetkan pembangunan kapal perang raksasa setiap tahun. Pernyataan ini menimbulkan kekhawatiran dari Institute of Boninology yang berlokasi di Desa Ogasawara, Tokyo. Menjelang kunjungan Xi Jinping, Korea Utara juga menegaskan penolakan terhadap upaya denuklirisasi dan menyatakan bahwa status mereka sebagai negara nuklir tidak bisa ditawar.

Apa pesan Presiden Prabowo Subianto kepada aparatur negara?

Di tengah berbagai tantangan global dan domestik, Presiden Prabowo Subianto memberikan pesan tegas terkait integritas aparatur negara. Beliau menasihati para pamong praja muda agar selalu menjauhi praktik korupsi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Amerika SerikatgeopolitikPrabowo SubiantoArab Saudinuklir

Berita Terbaru Lainnya

Mengukur Dampak Program Golden Visa dan Evaluasi Kebijakan Bebas Visa di IndonesiaEvaluasi Performa PSMS Medan Setelah Laga Kontra Persebaya di Piala Presiden 2026Strategi Roberto Mancini Rebut Kembali Hati Suporter Timnas ItaliaPergerakan IHSG, Indeks Tinggalkan Level 6.100 di Tengah Tekanan SektoralRilis Musik Terbaru, Eksplorasi Tiga Bahasa Shi Shi hingga Gelombang Karya Musisi LokalMemahami Skema FIFA Forward Enterprise dan Status KeanggotaannyaJangan Berlindung di Balik Topeng Agama, Menjaga Integritas dan Kepercayaan PublikUsai Legok Nangka, Proyek PSEL Bakal Merambah ke Bogor, Depok, dan Bekasi

Paling Banyak Dibaca

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

Ekonomi

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

30 Jul 2026

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

Pariwisata

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

30 Jul 2026

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Mengukur Dampak Program Golden Visa dan Evaluasi Kebijakan Bebas Visa di Indonesia

Nasional

Mengukur Dampak Program Golden Visa dan Evaluasi Kebijakan Bebas Visa di Indonesia

30 Jul 2026

Evaluasi Performa PSMS Medan Setelah Laga Kontra Persebaya di Piala Presiden 2026

Sepak Bola

Evaluasi Performa PSMS Medan Setelah Laga Kontra Persebaya di Piala Presiden 2026

30 Jul 2026

Strategi Roberto Mancini Rebut Kembali Hati Suporter Timnas Italia

Olahraga

Strategi Roberto Mancini Rebut Kembali Hati Suporter Timnas Italia

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&BEkonomi 路 30 Jul 2026
  2. 2Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata AntarnegaraPariwisata 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Mengukur Dampak Program Golden Visa dan Evaluasi Kebijakan Bebas Visa di IndonesiaNasional 路 30 Jul 2026
  5. 5Evaluasi Performa PSMS Medan Setelah Laga Kontra Persebaya di Piala Presiden 2026Sepak Bola 路 30 Jul 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap