Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto melaporkan bahwa jumlah pengungsi akibat rentetan gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini tersisa 72.864 jiwa. Angka tersebut menurun signifikan dibandingkan saat kunjungan Presiden Joko Widodo maupun Presiden Prabowo Subianto sebelumnya yang sempat mencapai 179.037 jiwa.
Laporan tersebut disampaikan Suharyanto secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Terbatas Penanganan Bencana Alam melalui konferensi video pada Senin (7/9/2026).
Penurunan jumlah pengungsi terjadi karena warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan dan sedang telah kembali untuk melakukan perbaikan mandiri. Sementara itu, 72.864 warga yang masih bertahan di pengungsian merupakan pemilik rumah dengan tingkat kerusakan berat. Untuk kelompok ini, pemerintah secara bertahap menyiapkan hunian sementara serta menyalurkan dana tunggu hunian.
Kabareskrim Ungkap 78 Titik Rawan Konflik Agraria di Indonesia

Aktivitas Gempa Menurun
Memasuki hari ke-24 sejak gempa pertama mengguncang pada 15 Agustus 2026, aktivitas seismik di kawasan Flores terpantau mulai melandai. BNPB mencatat total 13.156 kali gempa terjadi sepanjang periode 15 Agustus hingga 7 September 2026.
Pada periode minggu keempat, tercatat 364 kali gempa susulan, namun seluruhnya tidak dirasakan secara signifikan oleh masyarakat. Suharyanto memperkirakan aktivitas gempa memerlukan waktu sekitar satu bulan ke depan hingga benar-benar berhenti total dan situasi kembali normal.
Hingga saat ini, data korban jiwa mencatat 48 orang meninggal dunia sebagai akibat langsung dari gempa bumi, tanpa adanya tambahan korban fatal dari gempa susulan. Di samping itu, tercatat 87 korban meninggal secara tidak langsung yang dipicu oleh penyakit bawaan, proses perawatan medis, serta faktor alami lainnya.
Kondisi Udara Jakarta Usai Penyiraman Abu Anak Krakatau Mulai Membaik

Penyaluran Logistik ke Wilayah Terdampak
Untuk pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas, BNPB telah mendistribusikan 2.142 ton logistik ke daratan Flores. Distribusi logistik dibagi melalui dua pintu masuk utama:
- Labuan Bajo (1.368 ton): Menyuplai kebutuhan warga terdampak di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada.
- Maumere (629 ton): Melayani wilayah Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo.
Seiring tersalurkannya pasokan bantuan ke daerah terdampak di NTT, posko logistik nasional BNPB di Halim, Jakarta, resmi ditutup. Sisa persediaan logistik yang sebelumnya berada di Jakarta telah dialihkan ke gudang pusat logistik BNPB di Jatiasih.






