Kementerian Perhubungan menyiapkan lima bandara alternatif untuk melayani pengalihan penerbangan internasional menyusul penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang. Penutupan tersebut dilakukan akibat dampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Langkah mitigasi ini diambil guna mencegah penumpukan penumpang rute internasional yang hendak kembali ke Indonesia. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa pembagian titik pendaratan ini dirancang untuk menjaga kelancaran arus kedatangan penumpang selama ruang udara di sekitar Tangerang terdampak erupsi.
Sebaran Lima Bandara Penampung
Adapun lima bandara alternatif yang ditunjuk oleh pemerintah tersebar di Pulau Jawa, meliputi:
55 WN Cina Ditangkap Imigrasi di BSD terkait Izin Tinggal

- Bandara Internasional Kertajati, Majalengka, Jawa Barat
- Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah
- Bandara Internasional Yogyakarta, Kulon Progo, D.I. Yogyakarta
- Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur
- Bandara Internasional Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah
Penerbangan yang dialihkan ke lima bandara tersebut tidak lagi menggunakan jadwal awal kedatangan ke Bandara Soekarno-Hatta. Kementerian Perhubungan menerbitkan alokasi slot penerbangan baru yang disesuaikan secara khusus dengan kebutuhan operasional masing-masing maskapai.
Penyesuaian Maskapai dan Fasilitas Lanjutan
Sejauh ini, dua maskapai internasional tercatat telah resmi memanfaatkan skema pengalihan rute ini, yakni Garuda Indonesia dan Singapore Airlines. Sebagai bagian dari penyesuaian tersebut, Singapore Airlines mengganti armadanya menuju Bandara Internasional Juanda di Jawa Timur serta membuka rute penerbangan baru menuju Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo.
Prabowo, Kebakaran Dekat IKN Harus Diperhatikan!

Sementara itu, maskapai penerbangan internasional lainnya dilaporkan masih mematangkan kalkulasi operasional untuk menentukan titik pendaratan alternatif yang paling sesuai dengan kebutuhan armada dan penumpang mereka.
Untuk mengantisipasi perjalanan penumpang yang mendarat di luar destinasi awal, PT Angkasa Pura menyediakan moda transportasi darat lanjutan berupa bus dan kereta api. Fasilitas penghubung ini disiapkan bagi seluruh penumpang terdampak menuju destinasi akhir mereka, dengan biaya transportasi darat yang sepenuhnya ditanggung oleh pihak pengelola bandara.






