Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa Kementerian Kesehatan memperkirakan kebutuhan anggaran sebesar Rp 150 miliar hingga Rp 200 miliar untuk membangun kembali dua rumah sakit yang mengalami kerusakan berat akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dua fasilitas kesehatan yang terdampak parah tersebut berada di Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Nagekeo. Mengingat kedua rumah sakit tersebut tidak dapat beroperasi secara normal, Kemenkes mengambil langkah cepat dengan mendirikan rumah sakit lapangan guna memastikan kesinambungan pelayanan medis bagi masyarakat setempat.
Fasilitas rumah sakit darurat tersebut dikirim pada Senin (17/8) dan mulai melayani pasien pada Selasa (18/8). Dalam kurun waktu satu pekan sejak operasional dimulai, layanan rujukan kesehatan darurat sudah dapat berjalan penuh untuk menangani pasien dengan kategori triase merah dan kuning, didukung pengiriman logistik obat-obatan serta tambahan tenaga kesehatan ke lokasi terdampak.
Pria Curi Lampu di Proyek Tol Jogja-Solo, Langsung Ditangkap Pekerja Proyek

Target Pemulihan dan Kebutuhan Masa Tanggap Darurat
Pemerintah menetapkan target bertahap dalam merehabilitasi fasilitas kesehatan di NTT. Perbaikan sarana dengan tingkat kerusakan ringan ditargetkan rampung dalam 1 hingga 2 bulan, kerusakan sedang dalam rentang 3 hingga 6 bulan, sementara fasilitas dengan kerusakan berat yang memerlukan pembangunan total direncanakan selesai dalam kurun waktu 6 hingga 12 bulan.
Budi menambahkan bahwa pemerintah sedang menyelesaikan tahap pendataan dan verifikasi lapangan. Data tersebut nantinya direkonsiliasi bersama pemerintah daerah serta Kementerian Pekerjaan Umum sebelum total kebutuhan pembiayaan diajukan secara resmi ke Kementerian Keuangan.
2 Pemasok Narkoba ke Revaldo Fifaldi Ditangkap!

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene meminta Kemenkes terus menyajikan pembaruan data terkait rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas lain yang terdampak. Komisi IX DPR RI juga menekankan pentingnya menjamin ketersediaan obat-obatan, alat kesehatan, tenaga medis, oksigen, listrik, air bersih, serta alur sistem rujukan selama masa tanggap darurat 30 hingga 90 hari ke depan.
Merujuk data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana gempa bumi di NTT telah berdampak pada sekitar 1,9 juta jiwa, mengakibatkan 105 orang meninggal dunia, dan menyebabkan sekitar 179 ribu warga mengungsi di 444 titik pengungsian.






