Area terdampak kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, meluas hingga mencapai sekitar 7,1 hektare. Meski kobaran api utama tidak lagi terlihat di permukaan, asap tebal masih mengepul akibat bara api yang tertahan di lapisan dalam timbunan sampah.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengungkapkan, luasan area yang terbakar mengalami peningkatan bertahap dari awalnya 1,7 hektare, bertambah menjadi 5 hektare, hingga mencapai kisaran 7,1 hektare jika digabungkan dengan zona milik Kota Bogor. Perhitungan luas ini mencakup area awal titik api di luar TPAS serta lahan pengelolaan sampah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
Proses pemadaman menghadapi kendala struktural karena tumpukan sampah berusia puluhan tahun tersebut telah mencapai ketinggian lebih dari 10 meter. Material sampah yang mengeras menyerupai briket membuat bara api terperangkap di bagian dalam dan sulit dijangkau air dari permukaan.
Kecelakaan Maut di Tol Jombang-Mojokerto, 4 Tewas 7 Luka

Untuk mengatasinya, petugas mengerahkan alat berat guna membongkar gundukan sampah sebelum dilakukan penyemprotan dan pendinginan intensif. Titik api di sisi selatan yang dikelola Pemkab Bogor telah dipadamkan dan kini berada dalam tahap pendinginan, sementara tim gabungan Pemkab dan Pemkot Bogor memusatkan penanganan pada sisi utara yang masih mengeluarkan asap.
Peristiwa kebakaran ini berawal dari lahan pertanian yang bersebelahan langsung dengan TPAS Galuga pada Senin (7/9) sekitar pukul 16.00 WIB, sebelum akhirnya api merambat ke tumpukan sampah. Pemkab Bogor menyatakan penyelidikan resmi mengenai penyebab pasti kebakaran baru akan diumumkan setelah seluruh proses penanganan darurat tuntas, dengan fokus saat ini tertuju pada pemadaman total sebelum subuh.
Jalan Alternatif Langkat-Karo Longsor, Kendaraan Bergantian Melintas

Aktivitas pembuangan sampah masyarakat tetap diupayakan berjalan. Arus lalu lintas armada truk pengangkut sampah kini diatur secara bergiliran agar pelayanan kebersihan di wilayah Bogor tidak terhenti selama masa penanganan darurat.






