berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Nasional

Kebakaran Lahan Gambut, Bagaimana Nasib Target Iklim RI?

Slamet PrabowoDiterbitkan 3 Sep 2026 - 13.11 · 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kebakaran Lahan Gambut, Bagaimana Nasib Target Iklim RI?
Foto/Ilustrasi: Tirto
A-A+

Lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada paruh pertama 2026 kembali menguji komitmen mitigasi perubahan iklim Indonesia. Kementerian Kehutanan mencatat luas karhutla sepanjang Januari hingga Juni 2026 telah mencapai 107.465,47 hektare di seluruh Indonesia.

Luasan area terbakar tersebut melonjak signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Angka tersebut bertambah 84.387,70 hektare atau naik 366 persen dibandingkan 2025, bertambah 56.383,94 hektare (110 persen) dari 2023, serta naik 58.631,66 hektare (120 persen) dibanding 2019. Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan area karhutla terbesar yang mencapai 28.680,47 hektare.

Potensi kerentanan masih berlanjut. Hingga 1 September 2026, terdeteksi 1.370 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di Indonesia, yang terkonsentrasi di Kalimantan Barat sebanyak 570 titik dan Kalimantan Tengah 488 titik. Karhutla juga melanda sejumlah daerah lain, seperti kawasan Bromo di Jawa Timur seluas 921,42 hektare, serta Sumatra Selatan dengan 781 kejadian kebakaran seluas 664,87 hektare hingga awal Agustus 2026.

Baca Juga

Daryono Gempa Pangalengan Bukan Pertanda Pasti Adanya Gempa Besar

Daryono Gempa Pangalengan Bukan Pertanda Pasti Adanya Gempa Besar

Ancaman terhadap Target Emisi FOLU Net Sink 2030

Kondisi ini menjadi tantangan langsung bagi target FOLU Net Sink 2030, di mana pemerintah memproyeksikan penyerapan bersih emisi karbon mencapai 140 juta ton CO₂ ekuivalen pada 2030. Ekosistem gambut memegang peranan krusial karena gambut di Kalimantan dan Papua diperkirakan menyimpan sekitar 57 miliar ton karbon, setara 55 persen dari cadangan karbon gambut tropis dunia.

Namun, perlindungan bentang alam ini menghadapi risiko tinggi. Berdasarkan catatan Pantau Gambut, sekitar 16 juta hektare Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) masih berada dalam tingkat rentan terhadap kebakaran dan banjir.

Baca Juga

Sebulan Gempa NTT, Warga Palue Masih Tinggal di Pengungsian

Sebulan Gempa NTT, Warga Palue Masih Tinggal di Pengungsian

Pemerintah sebenarnya telah menetapkan aturan pengelolaan melalui PP Nomor 71 Tahun 2014, termasuk ketentuan batas tinggi muka air gambut minimal 40 sentimeter untuk menjaga kelembapan serta pembatasan pemanfaatan gambut dengan ketebalan kurang dari tiga meter. Strategi pemulihan dijalankan lewat tiga pendekatan, yakni rewetting (pembasahan kembali), revegetation (penanaman kembali), dan revitalization (revitalisasi ekonomi).

Pada 2024, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat telah menginventarisasi 300 KHG seluas 15,42 juta hektare atau 63 persen dari total 24,67 juta hektare KHG nasional. Pemulihan hidrologis di area konsesi telah mencakup 3,9 juta hektare pada 73 hutan tanaman industri dan 259 perkebunan kelapa sawit. Selain itu, program kerja sama Indonesia-Korea di Jambi periode 2020–2024 telah membangun 20 sekat kanal dan merehabilitasi 200 hektare vegetasi dengan tingkat keberhasilan 97 persen.

Sumber: Tirto

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KarhutlaKementerian Kehutananlahan gambut

Berita Terbaru Lainnya

Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak MenguatRekomendasi Saham Hari Ini, INCO, MITI, hingga DPUMDaryono Gempa Pangalengan Bukan Pertanda Pasti Adanya Gempa BesarSebulan Gempa NTT, Warga Palue Masih Tinggal di PengungsianRSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi OtakMenguak Misteri Keberadaan Nusron Usai KPK OTT Kasus HGB SummareconPurbaya Jadi Menkeu Setahun, Berapa Uang Pensiunnya?

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

Olahraga

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

2 Sep 2026

Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian Komdigi

Teknologi

Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian Komdigi

25 Agu 2026

Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 Triliun

Nasional

Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 Triliun

16 Sep 2026

Aktivasi NIK Menjadi NPWP via Portal Coretax DJP, Tahapan dan Ketentuannya

Nasional

Aktivasi NIK Menjadi NPWP via Portal Coretax DJP, Tahapan dan Ketentuannya

25 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

🔥

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga · 7 Agu 2026
  2. 2Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?Olahraga · 2 Sep 2026
  3. 3Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian KomdigiTeknologi · 25 Agu 2026
  4. 4Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 TriliunNasional · 16 Sep 2026
  5. 5Aktivasi NIK Menjadi NPWP via Portal Coretax DJP, Tahapan dan KetentuannyaNasional · 25 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap