Masyarakat Dusun Sade di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, resmi memulai pembangunan kembali kawasan permukiman adat yang terbakar. Proses rekonstruksi rumah adat Sasak dan Masjid Sade tersebut diawali dengan ritual Tradisi Nyemulak atau penancapan tiang pertama pada Kamis (3/9).
Selama tahap rekonstruksi berlangsung, kawasan Desa Adat Sade ditutup sepenuhnya bagi kunjungan wisatawan. Gubernur NTB Lalu M Iqbal menegaskan bahwa bentuk arsitektur asli perkampungan adat harus dipertahankan sepenuhnya demi menjaga nilai historis dan daya tarik budaya. Proyek yang disebutnya sebagai proyek pertama pelestarian budaya di NTB ini diinstruksikan berjalan cermat tanpa terburu-buru, didukung oleh pembentukan satuan tugas serta rekening terpadu untuk menghimpun dana hibah.
Amran Beber Biang Kerok Beras Jadi Penyumbang Inflasi

Pembangunan kembali kampung adat ini juga bertepatan dengan momentum Bulan Maulid Nabi Muhammad. Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri menyampaikan bahwa pelaksanaan rekonstruksi wajib mengedepankan keterlibatan warga setempat dan transparansi pengelolaan anggaran sesuai aturan.
Berdasarkan data yang dihimpun, musibah kebakaran yang melanda kawasan tersebut pada Agustus 2026 berdampak pada 189 kepala keluarga. Koordinator Rekonstruksi Rumah Adat Sade Lalu M Faozal merinci kerusakan fisik mencakup 75 unit rumah adat, 69 unit artshop, 8 berugak atau gazebo, 6 sekenam, 1 unit masjid, serta 2 fasilitas toilet umum.
Bogor Diguncang Gempa Dua Kali Berturut-turut pada Kamis Siang

Sebelum rekonstruksi dimulai, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Bali telah diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Langkah pemulihan desa adat ini turut mendapat dorongan dari DPRD NTB serta Anggota Komisi VIII DPR RI Nanang Samodra, yang menekankan percepatan rehabilitasi dengan tetap menjaga kesakralan adat dan kesiapsiagaan mitigasi bencana.






