Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap adanya dugaan praktik bermasalah pada peredaran beras fortifikasi di pasar domestik. Temuan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang mengerek lonjakan harga beras di tingkat konsumen hingga memicu andil terhadap inflasi pangan nasional.
Berdasarkan pengujian laboratorium yang dilakukan Kementerian Pertanian, sebanyak 90 persen beras berlabel fortifikasi yang diperiksa terbukti menyalahi aturan. Produk yang dipromosikan sebagai beras kaya vitamin tersebut pada kenyataannya tidak memiliki kandungan nutrisi sebagaimana diklaim pada kemasan.
Manipulasi label tersebut dimanfaatkan pelaku usaha untuk mematok harga jual jauh di atas harga wajar. Beras yang seharusnya dapat dibeli masyarakat seharga Rp13.500 per kilogram justru dipasarkan dengan harga melonjak hingga Rp40.000 per kilogram. Di lapangan, beras yang dilabeli fortifikasi bahkan tercatat dijual di rentang Rp42.000 hingga Rp56.000 per kilogram, dengan harga rata-rata sekitar Rp22.000 per kilogram.
Usai Kebakaran, Masyarakat Bangun kembali Rumah di Desa Adat Sade

Data Inflasi Beras Menurut BPS
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat komoditas beras mengalami inflasi sebesar 0,42 persen pada Agustus 2026, dengan andil sebesar 0,02 persen terhadap inflasi nasional.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan bahwa tren kenaikan harga ini turut dipengaruhi oleh penurunan potensi luas panen dan produksi bulanan pascapuncak panen raya. Pada periode Agustus hingga Oktober 2026, luas panen diproyeksikan mencapai 3,07 juta hektare, atau menyusut sekitar 0,04 juta hektare dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Bogor Diguncang Gempa Dua Kali Berturut-turut pada Kamis Siang

Tekanan kenaikan harga beras terjadi secara berjenjang dari hulu ke hilir:
- Tingkat Penggilingan: Rata-rata harga beras naik 1,32 persen secara bulanan (month-to-month) dan 5,52 persen secara tahunan (year-on-year). Harga beras premium naik 1,22 persen secara bulanan dan 10,07 persen secara tahunan, sementara beras medium naik 1,48 persen secara bulanan dan 4,03 persen secara tahunan.
- Tingkat Grosir: Terjadi inflasi 0,80 persen secara bulanan dan 4,28 persen secara tahunan, dengan rata-rata harga naik dari Rp14.783 per kilogram menjadi Rp14.901 per kilogram.
- Tingkat Eceran: Beras mengalami inflasi 0,42 persen secara bulanan dan 2,77 persen secara tahunan, dengan harga rata-rata menyentuh Rp15.641 per kilogram.






