Otoritas Tunisia mengevakuasi lebih dari 100 keluarga dari permukiman di Provinsi Kairouan dan Siliana menyusul kebakaran hutan hebat yang melanda wilayah bagian tengah serta barat laut negara tersebut. Angin kencang dan cuaca panas ekstrem menjadi pemicu utama yang mempercepat pergerakan api mendekati kawasan hunian warga.
Anggota parlemen Tunisia, Nabil Al-Hamdi, mengonfirmasi bahwa 100 keluarga telah dipindahkan dari lereng Gunung Qaytoun di Distrik El Oueslatia, Kairouan, pada Senin (31/8) malam waktu setempat. Kebakaran tersebut awalnya bermula di kawasan Gunung Bargou, Siliana, sebelum akhirnya merembet tak terkendali ke wilayah sekitarnya. Seluruh warga yang dievakuasi kini ditempatkan sementara di sejumlah fasilitas pendidikan setempat.
Tanggap Darurat Insiden KM Virgo Transport 8, Kemenhub Dirikan Posko di Banjarmasin

Sebelumnya, otoritas setempat juga telah memindahkan 10 keluarga pada Minggu sebagai langkah pencegahan awal guna mengantisipasi eskalasi kobaran api.
Meluasnya Titik Api dan Dampak ke Warga
Komisaris Regional untuk Pembangunan Pertanian, Jamal Al-Farchichi, melaporkan kobaran api dari kawasan Gunung Boulemane telah meluas hingga menyentuh area Ain Bousadia di Distrik Bargou. Kondisi lapangan diperparah oleh gelombang panas ekstrem. Berdasarkan data Observatorium Cuaca dan Iklim Tunisia, suhu udara di Kairouan sempat menyentuh angka 49,8 derajat Celsius, yang membuat vegetasi mengering dan sangat rentan terbakar.
103 Orang Dievakuasi dari KM Virgo Transport 8, 1 Orang Meninggal Dunia

Hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka bakar serius akibat kebakaran hutan tersebut. Kendati demikian, rumah sakit setempat mencatat telah menangani sedikitnya 18 orang yang mengalami serangan panik ketika melihat kobaran api kembali membesar dan mendekati permukiman mereka.






