Kementerian Perhubungan melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin resmi mendirikan posko tanggap darurat di Terminal Penumpang Bandarmasih Trisakti, Banjarmasin. Pendirian posko ini dilakukan untuk mempercepat koordinasi penanganan insiden kapal ro-ro KM Virgo Transport 8 yang mengalami kemiringan (listing) dan hilang kontak di sekitar perairan Masalembo, Laut Jawa.
Posko tersebut difungsikan sebagai pusat pengendalian operasi SAR gabungan sekaligus saluran informasi bagi keluarga korban. Penanganan terpadu ini melibatkan BASARNAS Banjarmasin, BUP PT Pelindo, Kantor Distrik Navigasi Banjarmasin (VTS), Kepanduan PT Pelindo III Banjarmasin, serta agen pelayaran PT Virgo Karya Shipping.
Dalam proses penanganan awal di lokasi kejadian, operasi evakuasi dibantu oleh sejumlah kapal yang melintas, yakni KM Hai Da, MT Mau Ha, dan TB TCP. Sebanyak 115 penumpang dilaporkan telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat maupun langsung diarahkan untuk mendapatkan perawatan medis.
103 Orang Dievakuasi dari KM Virgo Transport 8, 1 Orang Meninggal Dunia

KM Virgo Transport 8 yang berukuran 8.540 GT dan dinakhodai Arief Yunianto sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Surabaya pada 12 September 2026 pukul 06.52 LT menuju Pelabuhan Banjarmasin. Namun, pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 LT, kapal mengalami kemiringan dan putus kontak di tengah laut.
Merujuk data manifes resmi, kapal tersebut mengangkut 89 unit kendaraan dan total 243 orang di atas kapal, yang terdiri atas 30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, 1 anak-anak, serta 126 sopir dan kernet.
Amran Kantongi Restu Prabowo Gebuk Mafia Beras, Beliau Bilang Gaspol

Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan鈥攂aik dari faktor cuaca, teknis, maupun kelalaian manusia鈥攎asih dalam tahap investigasi dan konfirmasi lanjutan. Otoritas maritim juga masih terus memantau potensi pencemaran lingkungan laut serta dampak kerusakan materiil akibat insiden tersebut.






