Sedikitnya 12 orang dilaporkan meninggal dunia menyusul kebakaran hutan hebat yang melanda sejumlah wilayah di bagian timur laut Aljazair pada Rabu (26/8).
Menteri Dalam Negeri Aljazair Said Sayoud mengonfirmasi jumlah korban tewas tersebut tersebar di tiga wilayah terdampak. Korban jiwa mencakup lima orang di Prefektur Jijel, empat orang di Bejaia, dan tiga orang di Tizi Ouzou. Pada laporan awal sebelumnya, dua korban tewas tercatat di sekitar Kota Bejaia, yakni seorang anak laki-laki berusia delapan tahun dan seorang perempuan berusia 22 tahun.
Saat Prabowo Tinjau Korban Gempa di NTT, Cek Posko-Minta BRIN Buat Desalinasi

Selain korban jiwa, bencana kebakaran ini mengakibatkan sejumlah warga mengalami luka-luka. Otoritas setempat mengevakuasi puluhan keluarga dari beberapa provinsi, terutama di Bejaia dan Jijel, demi menghindari kobaran api yang bergerak mendekati kawasan permukiman.
Hingga pukul 20.00 waktu setempat, petugas pemadam kebakaran masih berupaya mengendalikan 69 titik api di seluruh Aljazair. Titik api terbanyak teridentifikasi di wilayah Bejaia dengan 18 titik, disusul Jijel dengan tujuh titik.
Biasa Garap Mobil, Toko Audio Ini Pernah Pasang Sound System di Jet Pribadi

Wilayah utara Aljazair secara rutin menghadapi ancaman kebakaran hutan setiap musim panas. Kondisi ini kian memburuk akibat kekeringan dan dampak perubahan iklim global. Dalam beberapa tahun terakhir, kebakaran hutan di Aljazair telah menewaskan puluhan orang serta menghanguskan ribuan hektare kawasan hutan, lahan pertanian, hingga rumah warga.






